Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP terkait topik Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV), yang dianalisis berdasarkan tingkat efikasi diri dan berdasarkan empat tahapan Polya: memahami masalah, merancang rencana, melaksanakan rencana, dan meninjau kembali. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dan penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 32 Surabaya pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa kelas VIII-B—yang dikategorikan memiliki efikasi diri tinggi, sedang, dan rendah—yang dipilih berdasarkan kuesioner efikasi diri. Instrumen penelitian meliputi kuesioner efikasi diri, tes pemecahan masalah bertingkat tiga item, dan pedoman wawancara. Data dianalisis melalui reduksi, presentasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun subjek di ketiga tingkat efikasi diri (tinggi, sedang, dan rendah) berhasil memperoleh solusi yang benar, mereka berbeda dalam sejauh mana mereka memenuhi indikator pada setiap tahapan pemecahan masalah. Siswa dengan efikasi diri tinggi secara konsisten memenuhi semua indikator di keempat tahapan, termasuk memahami informasi masalah secara akurat, merumuskan rencana solusi yang selaras dengan pelaksanaan aktual, dan menulis kesimpulan untuk setiap masalah. Siswa dengan efikasi diri menengah memenuhi sebagian besar indikator tetapi menunjukkan inkonsistensi antara rencana solusi yang dijelaskan selama wawancara dan pelaksanaan aktual langkah-langkah pemecahan masalah, dan gagal menulis kesimpulan untuk beberapa masalah. Siswa dengan efikasi diri rendah tidak memenuhi indikator tertentu pada tahap "memahami masalah"—seperti membuat penugasan variabel yang tidak akurat dan gagal mencantumkan informasi yang diketahui secara lengkap untuk beberapa masalah—dan tidak secara konsisten menulis kesimpulan, meskipun pada akhirnya mereka sampai pada solusi yang benar.