Erika, Wahyu
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV DI SEKOLAH DASAR NEGERI MRANGGEN 02 KECAMATAN POLOKARTO TAHUN 2026 Erika, Wahyu; I Made Ratih Rosanawati; Suwarni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran Pendidikan Pancasila materi hak dan kewajiban di rumah dan sekolah pada peserta didik kelas IV Sekolah Dasar Negeri Mranggen 02 Kecamatan Polokarto. Penelitian ini ditinjau dari aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV, dengan informan penelitian yaitu Kepala Sekolah dan wali kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar dengan tujuan pembelajaran berjenjang taksonomi kognitif C4 sampai C6 serta memanfaatkan media video pembelajaran dan papan spin. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran berjalan sesuai lima sintaks PBL, yaitu orientasi peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Pada tahap evaluasi, dilakukan dengan apresiasi dan refleksi peserta didik. Beberapa kendala ditemukan dalam pembelajaran ini, diantaranya adalah kesulitan untuk menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, beberapa peserta didik dalam kelompok masih pasif, dan rasa kurang percaya diri saat presentasi hasil diskusi. Untuk mengatasinya, guru dapat menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari, membagi kelompok secara merata, memberikan pertanyaan pemandu, dan menerapkan presentasi berpasangan. Secara keseluruhan penerapan model PBL berjalan baik dan mendapat respon positif dari peserta didik.