Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional lompat tali terhadap kemampuan motorik kasar siswa kelas IV SD Negeri 002 Punti Kayu. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motorik kasar siswa (keseimbangan, kecepatan, dan kelincahan) akibat maraknya penggunaan gawai serta minimnya aktivitas fisik terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pre-eksperimental dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas IV yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes fisik standar (Flamingo Balance Test, sprint 30 meter, dan shuttle run). Intervensi berupa permainan lompat tali dilaksanakan sebanyak 8 kali pertemuan (2 kali seminggu, 30–40 menit per sesi). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal (uji Shapiro-Wilk, p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan motorik kasar siswa. Pada pre-test, sebanyak 50,00% siswa berada pada kategori kurang baik, 43,33% cukup, dan 6,67% baik. Setelah perlakuan, hasil post-test meningkat menjadi 73,33% kategori cukup, 23,33% baik, dan hanya 3,33% kurang baik. Skor rata-rata keseimbangan meningkat dari 13,66 detik menjadi 16,49 detik, kecepatan membaik dari 4,93 detik menjadi 4,66 detik, dan kelincahan membaik dari 14,10 detik menjadi 12,81 detik. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -4,784 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,05), dengan seluruh 30 siswa mengalami peningkatan positive ranks. Kesimpulannya, permainan tradisional lompat tali berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar siswa sekolah dasar.