Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bersatu Dalam Perbedaan: Membangun Toleransi Dan Persaudaraan Untuk Generasi SMK Shafwa Rachmania Putri; Lugina Wati; Fransiskus Xaverius Laba; M.Abrar Rizartiano
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara multikultural dengan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari aspek suku, agama, bahasa, maupun budaya. Kondisi ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan, khususnya bagi generasi muda yang berada pada fase pencarian jati diri. Berbagai kajian menunjukkan bahwa remaja, termasuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), rentan terhadap sikap intoleransi yang dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman multikultural, lemahnya empati sosial, serta paparan informasi negatif di media digital. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kegiatan Pengabdiankepada Masyarakat (PKM) berjudul Bersatu dalam Perbedaan: Membangun Toleransi dan Persaudaraan untuk Generasi SMK yang dilaksanakan di SMK Link and Match.Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui seminar interaktif, workshop lintas budaya, diskusi kelompok terarah, simulasi peran (role play), serta kampanye toleransi sekolah. Pendekatan ini dirancang untuk mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan pengalaman langsung siswa dalam memahami nilai toleransi danpersaudaraan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai makna toleransi, berkembangnya sikap empati dan saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara damai. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi dalam membangun interaksi sosial yang lebih positif dan memperkuat budaya sekolah yang inklusif. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini efektif sebagai upayaedukatif dan preventif dalam pembentukan karakter siswa SMK. Program Bersatu dalam Perbedaan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan dan sikap, tetapi juga berpotensi mendorong perubahan perilaku siswa dalam jangka panjang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan.
Menumbuhkan Semangat Dan Kesadaran Bela Negara Melalui Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Endang Putri Handayani; Lugina Wati; Shafwa Rachmania Putri
Jurnal Pendidikan Amartha Vol. 5 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jpa.v5i2.8813

Abstract

Penurunan semangat nasionalisme dan kesadaran bela negara di kalangan generasi muda menjadi salah satu tantangan dalam menghadapi perkembangan globalisasi yang membawa berbagai pengaruh budaya asing. Kondisi tersebut menyebabkan semakin berkurangnya penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman kehidupan berbangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penerapan nilai-nilai Pancasila dalam menumbuhkan semangat dan kesadaran bela negara pada masyarakat, khususnya generasi muda. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta literatur lain yang berkaitan dengan Pancasila, nasionalisme, dan bela negara. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila mampu memperkuat karakter nasionalisme, meningkatkan rasa cinta tanah air, memperkuat persatuan bangsa, serta membentuk sikap tanggung jawab dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, pendidikan Pancasila yang diterapkan melalui pembelajaran maupun kegiatan sosial menjadi sarana efektif dalam menanamkan kesadaran bela negara di tengah tantangan globalisasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan.