Indonesia merupakan negara multikultural dengan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dari aspek suku, agama, bahasa, maupun budaya. Kondisi ini menjadi kekuatan sekaligus tantangan, khususnya bagi generasi muda yang berada pada fase pencarian jati diri. Berbagai kajian menunjukkan bahwa remaja, termasuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), rentan terhadap sikap intoleransi yang dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman multikultural, lemahnya empati sosial, serta paparan informasi negatif di media digital. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kegiatan Pengabdiankepada Masyarakat (PKM) berjudul Bersatu dalam Perbedaan: Membangun Toleransi dan Persaudaraan untuk Generasi SMK yang dilaksanakan di SMK Link and Match.Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui seminar interaktif, workshop lintas budaya, diskusi kelompok terarah, simulasi peran (role play), serta kampanye toleransi sekolah. Pendekatan ini dirancang untuk mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan pengalaman langsung siswa dalam memahami nilai toleransi danpersaudaraan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai makna toleransi, berkembangnya sikap empati dan saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara damai. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi dalam membangun interaksi sosial yang lebih positif dan memperkuat budaya sekolah yang inklusif. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini efektif sebagai upayaedukatif dan preventif dalam pembentukan karakter siswa SMK. Program Bersatu dalam Perbedaan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek berupa peningkatan pengetahuan dan sikap, tetapi juga berpotensi mendorong perubahan perilaku siswa dalam jangka panjang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kebhinekaan.
Copyrights © 2026