Perdana Ixbal Spanton M
Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengenalan Lingkungan Laut Bagi Anak Usia Dini Sebagai Upaya Pencegahan Pencemaran Berkelanjutan Perdana Ixbal Spanton M; Achmad Sudianto
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v1i1.2

Abstract

Pengenalan lingkungan laut kepada anak usia dini merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran ekologis sejak awal, terutama di daerah pesisir yang rentan terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 7 Juli–23 Agustus 2024 di Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, dengan melibatkan 21 peserta yang terdiri dari ibu dan anak. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak dan orang tua tentang pentingnya menjaga kebersihan laut melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak usia dini. Metode yang digunakan mencakup kegiatan eksplorasi lingkungan pantai, permainan edukatif, demonstrasi sederhana mengenai pencemaran laut, serta aktivitas seni tematik lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak mengalami peningkatan kemampuan mengenali jenis-jenis sampah, memahami cara menjaga kebersihan pantai, serta menunjukkan perilaku peduli lingkungan dalam aktivitas harian. Para ibu juga melaporkan perubahan sikap anak, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan lebih tertarik pada kegiatan berbasis alam. Selain memberikan bekal pengetahuan ekologis dasar, program ini turut membangun hubungan positif antara ibu dan anak melalui kegiatan kolaboratif. Dengan demikian, pengenalan lingkungan laut terbukti efektif sebagai upaya preventif dalam mendukung perilaku ramah lingkungan yang berkelanjutan sejak usia dini.
Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Rancangan Peraturan Desa bagi Perangkat Desa di Kawasan Pesisir Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban Perdana Ixbal Spanton M; Jumiati
Community Service: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Community Service
Publisher : GRM Academic Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67710/communityservice.v1i1.5

Abstract

Peraturan Desa (Perdes) merupakan instrumen hukum strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang berfungsi mengatur kewenangan lokal serta menjamin kepastian hukum bagi masyarakat. Namun, pada banyak desa pesisir, kapasitas perangkat desa dalam menyusun Perdes masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari aspek pemahaman normatif, teknik perumusan hukum, maupun partisipasi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dan unsur masyarakat dalam menyusun rancangan Perdes yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta kontekstual terhadap karakteristik wilayah pesisir Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Mei 2025 dengan melibatkan 28 peserta yang terdiri atas perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tenaga Polindes. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus, studi kasus berbasis lokal, serta pendampingan langsung dalam penyusunan draft Perdes. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap hierarki peraturan perundang-undangan, substansi kewenangan desa, dan teknik penyusunan norma hukum desa. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan beberapa draft awal rancangan Perdes yang relevan dengan kebutuhan desa pesisir, khususnya terkait pengelolaan wilayah pesisir dan ketertiban sosial. Pengalaman lapangan menunjukkan bahwa pendampingan intensif dan dialog partisipatif menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepercayaan diri peserta. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan tata kelola desa dan berpotensi direplikasi di wilayah pesisir lainnya.