Satiyem
Poltekkes Kemenkes Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN THE USE OF THE KIA (Children's Health Handbook) AND PREGNANT WOMEN'S KNOWLEDGE IN PREPARATIONFOR CHILDLIFE Dewi Murtiningsih; Satiyem
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 11 No. 01 (2026): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The KIA (Children's Health Handbook) serves as an educational tool designed to increase pregnant women's knowledge about pregnancy, the birth process, and newborn care. However, the level of utilization of the KIA Handbook among pregnant women varies, which impacts their level of understanding of childbirth preparation. This lack of knowledge can affect maternal readiness for childbirth and potentially increase the risk of complications. This study aims to examine the relationship between the use of the KIA Handbook and the level of knowledge of pregnant women in preparing for childbirth. Methods: The research approach used was quantitative with a cross-sectional design. Respondents consisted of pregnant women selected through a purposive sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire that assessed the utilization of the KIA Handbook and the knowledge of pregnant women. Data analysis was performed using a chi-square test to determine the relationship between the two variables. Results: The study found that of the 30 respondents, 80% of the respondents utilized the KIA Handbook effectively, with 66.7% having good knowledge and 12.3% having adequate knowledge. 20% of the respondents utilized the KIA Handbook poorly, with 6.7% having good knowledge and 12.3% having adequate knowledge. The chi-square test yielded a p-value <0.013, indicating a relationship between the utilization of the KIA Handbook and pregnant women's knowledge of childbirth preparation. Conclusion: There is a significant relationship between the utilization of the KIA Handbook and pregnant women's knowledge of childbirth preparation. Therefore, health workers need to encourage pregnant women and their families to read, understand, and utilize the KIA Handbook to improve their knowledge and serve as a guide throughout pregnancy and childbirth..
Edukasi Kesehatan dan Pemantauan Status Gizi Remaja Dalam Upaya Pencegahan Stunting Dewi Murtiningsih; Satiyem; Helmi Nurlaili
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 5 No 1 (2026): JPMJ Vol 5 No 1 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v5i1.459

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang dialami sejak awal kehidupan dan dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap stunting adalah rendahnya kesadaran remaja mengenai pentingnya gizi seimbang sebagai persiapan menuju masa reproduksi yang sehat. Edukasi dan pemantauan status gizi sejak masa remaja menjadi langkah strategis dalam mencegah stunting antar generasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya gizi seimbang serta melakukan pemantauan status gizi untuk mendeteksi risiko anemia dan kekurangan gizi sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan interaktif, penyuluhan berbasis digital dan tatap muka, serta pemantauan status gizi melalui pengukuran antropometri dan kadar hemoglobin. Pendekatan partisipatif diterapkan dengan melibatkan sekolah, puskesmas, dan perangkat desa. Kegiatan diikuti oleh 30 remaja di Desa Beji, Kecamatan Tulung, Klaten. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang status gizi remaja dan pencegahan stunting, ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari pretest 76,25 menjadi posttest 82,50. Remaja menunjukkan antusiasme tinggi dalam diskusi dan pemeriksaan gizi. Edukasi kesehatan dan pemantauan status gizi remaja efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku gizi seimbang yang berperan dalam pencegahan stunting. Program ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai model edukasi kesehatan berbasis komunitas.