Ravi Dwi Ramandhika
Universitas Pamulang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Efikasi Diri dengan Hasil Belajar Matematika Mahasiswa Prodi PGMI Muhammad Iqbal Nashrulloh; Ravi Dwi Ramandhika
The Prime Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : The Prime is under the provision of the Study Program of Islamic Elementary School Teacher Training (PGMI) of Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa hubungan yang dimiliki antara efikasi diri dan hasil belajar matematika mahasiswa prodi PGMI semester 2. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis korelasi bivariate menggunakan SPSS. Adapun data yang didapatkan diambil menggunakan angket efikasi diri dan dokumen nilai hasil belajar matematika mahasiswa yang berjumlah 31 mahasiswa. Adapun teknik analisis data yaitu melalui uji normalitas dan linearitas untuk menentukan jenis uji hipotesis yaitu spearman rank menggunakan software SPSS. Hasil penelitian tentang efikasi diri dan hasil belajar matematika mahasiswa prodi PGMI menunjukkan tidak ada hubungan antara kedua variabel. Hal tersebut diketahui melalui nilai Sig 0,433 > 0,05 dan nilai koefisien korelasi dibawah nilai r (tabel) -0,146 < 0,367. Berdasarkan pedoman penafsiran angka korelasi juga menujukkan nilai -0,146 pada koefisien korelasi dapat ditafsirkan bahwa tidak terdapat hubungan antara efikasi diri yang dimiliki mahasiswa dengan hasil belajar matematikanya. Sehingga ada kemungkinan bahwa yang memiliki pengaruh atau hubungan dengan hasil belajar matematika mahasiswa adalah faktor selain efikasi diri seperti faktor internal seperti minat, bakat, kedisiplinan, motivasi, dan lain sebagainya serta faktor eksternal dari lingkungan keluarga, masyarakat sekitar, dan sekolahan.
Efektifitas Media Pembelajaran Berbasis Website Pada Pembelajaran SKI Terhadap Hasil Belajar di Madrasah Ibtidaiyah Ravi Dwi Ramandhika; Rizky Arianty; Muhammad Iqbal Nashrulloh
The Prime Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : The Prime is under the provision of the Study Program of Islamic Elementary School Teacher Training (PGMI) of Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak pembelajaran konvensional semakin kurang diminati oleh siswa, dimana guru hanya menerangkan saja dan siswa mendengarkan, sehingga siswa merasa jenuh dan bosan dalam pembelajaran. Demikian berdampak pada belum tercapainya tujuan pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dan komunikasi mempermudah dalam pembelajaran agar berjalan efektif dan efisien. Penelitian berjutuan untuk mendiskripsikan keefektifan penggunaan media pembelajaran berbasis website terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 11 Boyolali yang ditinjau dari hasil belajar siswa eksperimen-kontrol dan respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan media. Metode penelitian mengacu pada deskriptif kuantitatif eksperiemen desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V, sampel penelitian V A (eksperimen) dan kelas V B (kontrol) dipilih dengan teknik sampling cluster random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, test, dan observasi. Hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa, pembelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI) yang di lakukan secara pembelajaran konvensional kurang efektif dan kurang interaktif, dibandinkan dengan pembelajaran SKI yang menggunakan media pembelajaran berbasis website, siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran dan berdampak pada tercapainya tujuan pembelajaran SKI. Maka disarankan guru menggunakan media pembelajaran yang interaktif.
SIKAP KRITIS MAHASISWA PGSD DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS DISCOVERY LEARNING: STUDI FENOMENOLOGIS Ravi Dwi Ramandhika; Ailula Mufidatus Solihah
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.18834

Abstract

Critical thinking is essential for prospective elementary school teachers because it shapes how they evaluate evidence, construct explanations, and design meaningful science learning. This study explored how elementary teacher education students experienced Discovery Learning in a foundational biology course and interpreted its role in their conceptual understanding and critical stance. The study employed a qualitative phenomenological orientation at Universitas Pamulang. Participants were third-semester students who completed Discovery Learning activities and met purposive participation criteria. Data came from written reflections, semi-structured interviews, classroom observations, and learning documents. An interactive qualitative analysis organized the data through condensation, thematic display, interpretation, and cross-source verification. The findings produced three interrelated themes: discovery as a shift from memorization toward meaning-making, justification as the core of an emerging critical stance, and learning agency shaped by facilitation and classroom conditions. Students described stronger conceptual links when biological ideas were connected to observable phenomena, collaborative comparison, and evidence-based conclusions. Active participation, contextual problems, and lecturer scaffolding supported the experience, whereas unequal readiness, limited time, and uneven group participation restricted it. Discovery Learning therefore functioned as a learning environment that students perceived as enabling critical engagement rather than as an automatic instructional effect. The findings imply that teacher educators should design structured inquiry, distribute group roles, and provide gradual scaffolding so that every student participates in evidence-based biological reasoning. Keywords: biology learning; critical thinking; Discovery Learning; phenomenology; prospective elementary teachers ABSTRAK Sikap kritis penting bagi calon guru sekolah dasar karena menentukan cara mereka menilai bukti, menyusun penjelasan, dan merancang pembelajaran sains yang bermakna. Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman mahasiswa PGSD selama mengikuti Discovery Learning pada mata kuliah Konsep Dasar IPA Biologi serta pemaknaan mereka terhadap pemahaman konsep dan sikap kritis. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif berorientasi fenomenologis di Universitas Pamulang. Partisipan mencakup mahasiswa semester III yang mengikuti rangkaian Discovery Learning dan memenuhi kriteria purposif. Data bersumber dari refleksi tertulis, wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan dokumen pembelajaran. Analisis interaktif mengorganisasi data melalui kondensasi, penyajian tematik, interpretasi, dan verifikasi lintas sumber. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema yang saling berkaitan, yaitu penemuan sebagai peralihan dari hafalan menuju pemaknaan, pemberian alasan sebagai inti sikap kritis yang berkembang, dan kemandirian belajar yang dibentuk oleh fasilitasi serta kondisi kelas. Mahasiswa memaknai konsep biologi secara lebih terhubung ketika pembelajaran menghadirkan fenomena teramati, perbandingan gagasan, dan penarikan kesimpulan berbasis bukti. Partisipasi aktif, masalah kontekstual, dan scaffolding dosen mendukung pengalaman tersebut, sedangkan kesiapan yang berbeda, keterbatasan waktu, dan partisipasi kelompok yang tidak merata menghambatnya. Discovery Learning berfungsi sebagai lingkungan belajar yang dipersepsikan mendukung keterlibatan kritis, bukan sebagai penyebab otomatis perubahan kemampuan.