Muhammad Iqbal Nashrulloh
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Efikasi Diri dengan Hasil Belajar Matematika Mahasiswa Prodi PGMI Muhammad Iqbal Nashrulloh; Ravi Dwi Ramandhika
The Prime Vol. 1 No. 2 (2025): Desember
Publisher : The Prime is under the provision of the Study Program of Islamic Elementary School Teacher Training (PGMI) of Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa hubungan yang dimiliki antara efikasi diri dan hasil belajar matematika mahasiswa prodi PGMI semester 2. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan analisis korelasi bivariate menggunakan SPSS. Adapun data yang didapatkan diambil menggunakan angket efikasi diri dan dokumen nilai hasil belajar matematika mahasiswa yang berjumlah 31 mahasiswa. Adapun teknik analisis data yaitu melalui uji normalitas dan linearitas untuk menentukan jenis uji hipotesis yaitu spearman rank menggunakan software SPSS. Hasil penelitian tentang efikasi diri dan hasil belajar matematika mahasiswa prodi PGMI menunjukkan tidak ada hubungan antara kedua variabel. Hal tersebut diketahui melalui nilai Sig 0,433 > 0,05 dan nilai koefisien korelasi dibawah nilai r (tabel) -0,146 < 0,367. Berdasarkan pedoman penafsiran angka korelasi juga menujukkan nilai -0,146 pada koefisien korelasi dapat ditafsirkan bahwa tidak terdapat hubungan antara efikasi diri yang dimiliki mahasiswa dengan hasil belajar matematikanya. Sehingga ada kemungkinan bahwa yang memiliki pengaruh atau hubungan dengan hasil belajar matematika mahasiswa adalah faktor selain efikasi diri seperti faktor internal seperti minat, bakat, kedisiplinan, motivasi, dan lain sebagainya serta faktor eksternal dari lingkungan keluarga, masyarakat sekitar, dan sekolahan.
Dinamika Kode Etik Profesi Guru dalam Menghadapi Transformasi Digital Risalatul Khikmah; Fadhillah Aulianisa; Muhamad Naufal Ubaidillah; Muhammad Iqbal Nashrulloh
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.851

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah memberikan pengaruh besar pada pendidikan, terutama dalam hal cara belajar mengajar dan kode etik para pendidik. Memakai platform belajar daring, perangkat digital, dan aplikasi pendidikan menuntut guru agar cakap menggunakan teknologi tanpa mengabaikan etika profesional mereka. Riset ini berupaya mengkaji pemakaian teknologi digital dalam pengajaran, kendala etis dan profesionalisme guru di era digital, serta pengaruh teknologi terhadap hubungan guru dan murid.Studi ini memakai metode kualitatif deskriptif dan mengumpulkan informasi lewat wawancara semi terstruktur serta tinjauan pustaka. Partisipan dalam riset ini berjumlah tiga orang guru dengan pengalaman dan latar belakang yang beragam dalam menggunakan teknologi untuk mengajar. Informasi yang terkumpul diolah melalui penyederhanaan data, penyajian temuan, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber.Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa kemampuan guru beradaptasi dengan teknologi digital berbeda-beda, dipengaruhi oleh literasi digital, jenis pelajaran, dan cara mengajar yang dipakai. Penggunaan teknologi digital terbukti bisa membangun lingkungan belajar yang lebih dinamis, luwes, dan kooperatif, serta meningkatkan interaksi antara guru dan siswa. Namun, guru masih menghadapi bermacam kendala, seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya kecakapan digital siswa, kurangnya waktu untuk mengasah kemampuan digital, dan munculnya persoalan etika dalam komunikasi digital. Oleh karena itu, kesuksesan perubahan digital dalam pendidikan tidak hanya bergantung pada teknologi itu sendiri, tetapi juga pada kesiapan guru, bantuan dari lembaga pendidikan, serta penerapan profesionalisme dan etika saat memanfaatkan teknologi digital. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pengembangan Kerangka Etika Digital Guru (Teacher Digital Ethics Framework) yang komprehensif dan terstruktur, yang tidak hanya mengkaji dinamika etika secara teoritis tetapi juga menawarkan instrumen panduan praktis berbasis indikator kontekstual untuk membantu guru menavigasi dilema etis, mengelola batas profesionalitas media sosial, serta menjaga integritas data peserta didik di tengah transformasi digital pendidikan Indonesia.