Rifain Sumahi
Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Pasifik Morotai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN ENHALLUS ACOROIDES SEBAGAI ANTIFOULING Safira Hari Yanti Mahamude; Faujia Ulva Padoma; Rifain Sumahi; Rinto M. Nur
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/51hsgh47

Abstract

Eksplorasi mengenai potensi lamun sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir seperti ekplorasi bioaktif yang terkandung didalamnya. Diketahui bahwa lamun memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antifouling. Kemampuan lamun sebagai antifouling perlu dikembangkan lebih lanjut. Mengingat aktivitas organisme fouling menjadi suatu permasalahan terutama pada sektor perikanan dan perkapalan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya antimacrofouling dan identifikasi golongan senyawa bioaktif ekstrak metanol lamun Enhallus acoroides dari Perairan Pulau Morotai. Sampel lamun diperoleh dari Desa Tanjung Saleh, Kecamatan Morotai Utara, Pulau Morotai. Ekstraksi lamun dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji aktivitas antifouling dilakukan menggunakan blok kayu. Identifikasi senyawa bioaktif dilakukan secara kualitatif menggunakan detektor kimia. Hasil ekstraksi menunjukan bahwa rendeman terbanyak adalah daun sebanyak 9,81% dan rhizome sebanyak 6,28%. Hasil identifikasi senyawa bioaktif menunjukan bahwa ekstrak metanol daun E. acoroides (EMDEa) mengandung senyawa alkaloid, saponin dan fenol, sedangkan ekstrak metanol rhizom E. acoroides (EMREa) mengadung senyawa saponin dan quinon. Hasil uji aktivitas antimacrofouling menunjukan bahwa EMDEa memiliki aktivitas antifouling dengan ditemukannya sedikit penempelan organisme fouling (46,00%) pada blok, kayu perlakuan pengecatan dengan cat kayu menunjukkan persentase tutupan organisme fouling sebesar 98,33%, pengecatan dengan vernis sebesar 97,67%, dan tanpa pengecatan menujukkan persentase tutupan organisme fouling 100%.