p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Melloukey Ardan
Program Studi Teknik Sipil Universitas Medan Area

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK SARANA PENDUKUNG STADION TELADAN MEDAN MENGGUNAKAN METODE HAZOP Fandi Lasmana; Melloukey Ardan
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/x36fhb36

Abstract

Proyek konstruksi memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, terutama pada pekerjaan yang melibatkan alat berat, penggalian, serta aktivitas di area terbatas. Salah satu proyek yang memiliki potensi risiko tersebut adalah pembangunan sarana dan prasarana pendukung Stadion Teladan Medan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menggunakan metode Hazard and Operability Study (HAZOP), agar potensi bahaya dapat dikenali dan dikendalikan sejak dini. Metode HAZOP digunakan dalam penelitian ini karena pendekatannya yang sistematis, dengan menggunakan kata panduan untuk menemukan penyimpangan dari prosedur kerja yang normal. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi proyek, serta wawancara dengan personel pelaksana. Risiko-risiko yang ditemukan kemudian diklasifikasikan berdasarkan tingkat keparahan dan kemungkinan kejadiannya menggunakan matriks risiko. Analisis ini memungkinkan identifikasi risiko yang lebih mendalam dan akurat dibanding pendekatan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar risiko berada pada kategori sedang, diikuti oleh risiko tinggi dan rendah. Risiko tertinggi ditemukan pada pekerjaan galian dan pengangkatan material. Rekomendasi utama untuk mitigasi risiko meliputi peningkatan penggunaan APD, pelatihan rutin bagi tenaga kerja, serta pengawasan ketat terhadap penerapan SOP. Penerapan metode HAZOP diharapkan dapat menjadi standar dalam analisis risiko pada proyek konstruksi serupa di masa mendatang.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN MEDAN ISLAMICĀ  CENTRE MENGGUNAKAN METODE HIRADC Mhd Nuruh Husni; Melloukey Ardan
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/qx7e4m96

Abstract

Kegiatan konstruksi merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi di Indonesia. Pada proyek pembangunan Medan Islamic Centre, berbagai aktivitas konstruksi berpotensi menimbulkan bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi tingkat risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menggunakan metode HIRADC serta memberikan rekomendasi pengendalian risiko yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi proyek. Analisis risiko dilakukan berdasarkan metode HIRADC yang terdiri dari tiga tahap: identifikasi bahaya (hazard identification), penilaian risiko (risk assessment), dan penentuan pengendalian (determining control). Risiko dihitung berdasarkan kombinasi tingkat keparahan (severity) dan kemungkinan terjadinya (likelihood), dan diklasifikasikan dalam empat kategori: rendah, sedang, tinggi, dan ekstrem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 23 aktivitas kerja yang dianalisis, 3 aktivitas termasuk dalam kategori risiko ekstrem, 7 aktivitas berisiko tinggi, 9 aktivitas tergolong sedang, dan 4 aktivitas berada dalam kategori rendah. Mayoritas bahaya berasal dari aktivitas kerja di ketinggian dan penggunaan alat berat. Rekomendasi pengendalian difokuskan pada penerapan rekayasa teknis, pengendalian administratif, dan penggunaan APD. Temuan ini menunjukkan bahwa metode HIRADC efektif digunakan dalam merancang strategi mitigasi risiko K3 pada proyek konstruksi.
PENGARUH PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEKERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT STELLA MARIS MEDAN Royenjel Siregar; Melloukey Ardan
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/7ktc0d92

Abstract

Dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan Kesehatan kerja, diharapkan tenaga kerja akan mencapai Kesehatan fisik, daya kerja, dan tingkat Kesehatan yang tinggi.Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, dengan menggunakan kuisioner sebagai pengumpulan data, sampel yang digunakan adalah 60 karyawan proyek pembanguan princetion boutique living, analisis data mengunakan uji regresi linier berganda menggunakan program software SPSS Versi2.6. Berdasarkan 9 uji SPSS, didapatkan hasil data tanggapan responden valid, reliabel, data tersebar normal, tidak terjadi multikolinieritas, dan terdapat pengaruh keselamatan dan kinerja karyawan. persamaan regresi linier berganda yang menunjukan arah pengaruh variabel (X1) dan (X2) terhadap variabel (Y) yaitu : Y = 41,606 + 0,266X1 + 0,144X2. Semakin tinggi pengaruh posif variabel keselamatn kerja dan Kesehatan kerja maka kinerja karyawan akan semakin tinggi. Terdapat pengaruh antara keselamatan kerja (X1) terhadap kinerja karyawan(Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan 0,029 < 0.05 dan diketahui nilai R Square sebesar 0,509. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh keselamatan kerja(X1) terhadap kinerja pekerja karyawan (Y) adalah sebesar 50,9% sisanya 49,1% pengaruh antara Kesehatan kerja (X2) terhadap kinerja karyawan(Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikan 0,003 < 0.05 dan diketahui nilai R Square sebesar 0,509. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh Kesehatan kerja (X2) terhadap kinerja pekerja karyawan (Y) adalah sebesar 50,9% sisanya 49,1%. Semakin baik keselamatan dan Kesehatan kerja maka kinerja karyawan akan semakin tinggi.