Resemina Tambunan
Program Studi Teknik Sipil Universitas Medan Area

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDEKATAN PKJI 2023 DALAM ANALISIS KEMACETAN DAN TINGKAT PELAYANAN JALAN M.H. THAMRIN Resemina Tambunan; Nuril Mahda Rangkuti
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/40gb6x93

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan permasalahan utama di kota-kota besar di Indonesia, termasuk di Jalan M.H. Thamrin, Kota Medan. Peningkatan jumlah kendaraan yang tidak diimbangi dengan kapasitas jalan yang memadai menjadi faktor utama penyebab kemacetan. Kondisi ini berdampak pada keterlambatan perjalanan, peningkatan konsumsi bahan bakar, serta menurunnya kualitas lingkungan akibat emisi gas buang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas jalan serta tingkat kejenuhan lalu lintas guna mengevaluasi tingkat pelayanan jalan dan mencari solusi peningkatan kinerja lalu lintas. Penelitian dilakukan dengan metode survei lalu lintas yang mencakup pengukuran volume kendaraan, kecepatan arus bebas, serta hambatan samping. Analisis data menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) untuk menentukan kapasitas jalan, derajat kejenuhan, serta tingkat pelayanan. Selain itu, hubungan antara volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan derajat kejenuhan dianalisis menggunakan pendekatan regresi linear untuk mendapatkan model keterkaitan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan M.H. Thamrin memiliki tingkat pelayanan D, dengan derajat kejenuhan berkisar antara 0,76 hingga 0,85 pada jam puncak. Analisis regresi menunjukkan hubungan negatif antara volume kendaraan dan kecepatan rata-rata dengan persamaan y = −0,0165x + 62,658, R2 =0,9236. Sementara itu, hubungan antara derajat kejenuhan dan kecepatan kendaraan diperoleh persamaan y = − 37,726x + 62,671, R2 = 0,9242. Berdasarkan temuan ini, strategi yang direkomendasikan mencakup pengelolaan hambatan samping, optimalisasi rekayasa lalu lintas, serta peningkatan kapasitas jalan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi mobilitas.