Kartono Wibowo
Program Studi Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PERENCANAAN EFEKTIVITAS WAKTU DAN EFISIENSI BIAYA PROYEK PEMBANGUNAN EMBUNG ROWO SEDO KECAMATAN DEMAK Maulyda Nuril Amin; Elicia Hanifatun Nazilah; Kartono Wibowo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/xw5jq443

Abstract

Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang Kabupaten Demak melakukan pembangunan Embung Rowo Sedo berukuran 23 × 200 meter sebagai upaya mengatasi permasalahan air di Kota Demak. Proyek ini mengalami keterlambatan diwaktu pembangunannya, sehingga penjadwalan ulang diperlukan bertujuan untuk menganalisis efektivitas waktu, efisiensi biaya, perbandingan, dan hasil yang efektif dan efisien dari metode crashing, overlapping, dan gabungan. Metode yang digunakan yaitu crashing, overlapping, dan gabungan, dengan perhitungan durasi dan biaya menggunakan Microsoft Project dan analisis biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost). Pada penelitian ini hasil efektivitas waktu dan efisiensi biaya pada metode crashing jam lembur (jam lembur 120 hari, Rp3.740.525.359,78;). Crashing tenaga kerja (117 hari, Rp3.708.886.205,20),). Overlapping (104 hari, Rp3.741.045.576,13). Gabungan overlapping & crashing jam lembur (96 hari, Rp3.701.456.034,07). Gabungan overlapping & crashing tenaga kerja (94 hari, Rp3.665.407.656,53). Berdasarkan durasi normal proyek (125 hari) dan biaya awal proyek sebesar Rp3.780.743.362,83 didapatkan selisih perbandingan durasi dan biaya pada setiap metode. Crashing jam lembur (4%, efisiensi 1,1%), Crashing tenaga kerja (6,5%, efisiensi 1,9%), Overlapping (efektivitas 16,8%, efisiensi 1%), Gabungan jam lembur (efektifitas 23,2%, efisiensi 2,1%), Gabungan tenaga kerja (24,8%, efisiensi 3,1%). Berdasarkan perbandingan diatas, sehingga metode yang efektif dan efisien yaitu metode gabungan overlapping dengan crashing penambahan tenaga kerja.
ANALISIS PERENCANAAN EFEKTIVITAS WAKTU DAN EFISIENSI BIAYA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG FASILITAS LAYANAN PERPUSTAKAAN DAN ARSIP DAERAH KOTA SALATIGA Noval Hardiyanto Saputro; Yusuf Wahyu Utomo; Kartono Wibowo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/4bnq7j98

Abstract

Pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan dan Arsip Daerah di Kota Salatiga bertujuan meningkatkan kesadaran membaca. Proyek ini mengalami keterlambatan diwaktu pembangunannya, sehingga penjadwalan ulang diperlukan bertujuan untuk menganalisis efektivitas waktu, efisiensi biaya, perbandingan, dan hasil yang efektif dan efisien dari metode crashing, overlapping, dan gabungan. Metode yang digunakan yaitu crashing, overlapping, dan gabungan, dengan perhitungan durasi dan biaya menggunakan Microsoft Project dan analisis biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost). Pada penelitian ini hasil efektivitas waktu dan efisiensi biaya pada metode crashing jam lembur (155 hari; biaya Rp3.432.161.234,85). Crashing tenaga kerja (146 hari; biaya Rp3.425.021.430,06). Overlapping (145 hari; biaya Rp3.434.228.819,70). Gabungan overlapping & crashing jam lembur (143 hari; biaya Rp3.416.443.136,67). Gabungan overlapping & crashing tenaga kerja (135 hari; biaya Rp3.410.602.256,02). Berdasarkan durasi normal proyek (165 hari) dan biaya awal proyek sebesar Rp3.460.425.650,00 didapatkan selisih perbandingan durasi dan biaya pada setiap metode. Crashing jam lembur (efektivitas 6,06%; efisiensi 0,82%), Crashing tenaga kerja (efektivitas 11,52%; efisiensi 1,02%), Overlapping (efektivitas 12,12% ; efisiensi 1,02%), Gabungan jam lembur (efektivitas 13,33% ;efisiensi 1,27%), Gabungan tenaga kerja (efektivitas 18,18% ;efisiensi 1,44%). Berdasarkan perbandingan diatas, sehingga metode yang efektif dan efisien yaitu metode gabungan overlapping dengan crashing penambahan tenaga kerja. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan Gambaran mengenai percepatan efektivitas waktu dan efisiensi biaya pada suatu proyek. 
EVALUASI PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PROYEK PENGENDALIAN BANJIR RUMAH POMPA MUKTIHARJO KOTA SEMARANG Arifah; Asri Nuraeni; Kartono Wibowo
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 02 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/sy9dpz54

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan bagian integral dari sistem manajemen perusahaan yang bertujuan untuk mengendalikan risiko terkait kegiatan kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, efisien, dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan SMK3 pada Proyek Pengendalian Banjir Rumah Pompa Muktiharjo Kota Semarang, mengidentifikasi tingkat kemungkinan terjadinya potensi bahaya dan risiko K3, menilai tingkat kesesuaian penerapan 10 Golden HSE Rules, serta mengidentifikasi tingkat ketidaksesuaian SMK3 yang terjadi di proyek. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 29 responden yang terdiri dari tenaga ahli tim kontraktor pelaksana PT. PP (Persero), observasi lapangan, serta telaah dokumen Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK). Pengolahan data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, dan hasil kuesioner responden dilakukan perhitungan Indeks Kepentingan Relatif (IKR) menggunakan program SPSS. Dari uji validitas didapatkan nilai R hitung tertinggi 0,8509 dengan keterangan valid pada variabel ketidaksesuaian SMK3. Dari uji reliabilitas didapatkan nilai Cronbach's Alpha 0,770 dengan keterangan reliabel pada variabel ketidaksesuaian SMK3. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kemungkinan terjadinya bahaya dan risiko K3 pada semua aktivitas konstruksi tergolong rendah dengan nilai mean berkisar 1,103–1,414. Tingkat penerapan 10 Golden HSE Rules seluruhnya tergolong tinggi dengan nilai mean berkisar 2,552–2,966. Tingkat ketidaksesuaian SMK3 seluruhnya tergolong rendah dengan nilai mean berkisar 1,103–1,310.