Pembangunan Tol Semarang Demak menghadapi permasalahan karena berada diatas tanah lunak yang berpotensi mengalami penurunan yang besar. Penurunan yang tidak terkendali pada tanah dapat menyebabkan kerusakan pada struktur sehingga dibutuhkan metode perkuatan yang efektif. Perkuatan yang digunakan yaitu cerucuk bambu, matras bambu, dan geotekstil. Tujuan penelitian ini memodelkan dan mengetahui penurunan tanah lunak menggunakan softwere geoteknik serta mengetahui efektivitas daya dukung tanah menggunakan kombinasi cerucuk bambu, matras bambu dan geotekstil Dalam analisis penelitian ini akan menggunakan metode numerik elemen hingga dengan pemodelan softwere geoteknik untuk mengetahui kapasitas daya dukung tanah. Pada proyek pembangunan Jalan Tol Semarang – Demak Seksi 1 menggunakan kombinasi cerucuk matras bambu dan geotekstil sebagai perkuatan. Berdasarkan hasil analisa tanpa perkuatan mengalami kegagalan pada timbunan +5m, variasi matras bambu 5 lapis dengan jarak cerucuk 1m mendapatan hasil penurunnan 1 tahun 0,9229 m, 3 tahun 0,9885 m dan 10 tahun 0,9921, variasi matras bambu 3 lapis dengan jarak cerucuk 1m dengan hasil penurnnan 1 tahun 0,9246, 3 tahun 0,9892 m dan 10 tahun 0,9927 m, sedangakan untuk variasi matras bambu 5 lapis dengan jarak cerucuk 1,5 m dan variasi matras bambu 3 lapis dengan jarak cerucuk 1,5 m mengalami kegagalan pada timbunan +5,8 m. Sehingga hasil analisis variasi yang efektif yaitu variasi matras bambu 5 lapis dengan jarak cerucuk 1m dikarenakan memiliki penuran tanah yang paling sedikit pada konsolidasi 1 tahun, 3 tahun, 10 tahun dan nilai safety factor yang benar.