Alitopan Sibarani
Program Studi Teknik Sipil Universitas Medan Area

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMPERKUAT TANAH LUNAK MEMAKAI ABU SEKAM PADI MELALUI UJI CALIFORNIA BEARING RATIO Alitopan Sibarani; Tika Ermita Wulandari
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/gsaktm82

Abstract

Tanah lunak merupakan jenis tanah dengan karakteristik daya dukung rendah, plastisitas tinggi, dan kompresibilitas besar, yang sering menjadi kendala dalam pekerjaan konstruksi, khususnya pada pembangunan jalan dan bangunan di atasnya. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya stabilisasi tanah guna meningkatkan karakteristik teknisnya. Salah satu bahan alternatif yang berpotensi digunakan adalah abu sekam padi (ASP), limbah pertanian yang melimpah dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap peningkatan daya dukung tanah lunak dengan metode pengujian California Bearing Ratio (CBR). Sampel tanah diambil dari lokasi dengan karakteristik tanah lunak, kemudian dicampur dengan variasi kadar abu sekam padi sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat kering tanah. Setiap campuran kemudian diuji menggunakan uji CBR laboratorium dalam kondisi tanpa rendaman. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi mampu meningkatkan nilai CBR tanah secara signifikan hingga kadar tertentu, di mana peningkatan tertinggi diperoleh pada kadar ASP 15%. Setelah melewati kadar optimum, peningkatan nilai CBR mulai menurun. Hal ini menunjukkan bahwa abu sekam padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan stabilisasi yang efektif untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak, sekaligus memberikan solusi terhadap pemanfaatan limbah pertanian. Dengan demikian, penggunaan abu sekam padi sebagai bahan aditif dalam teknik stabilisasi tanah dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan dan ekonomis.