Marwis Aswan
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pasifik Morotai

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN KUALITAS AIR BERSIH DAN SKENARIO PERBAIKAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR PDAM MOROTAI SELATAN Marwis Aswan; Rohima Wahyu Ningrum; Aminullah Thaib; Suryani Taib; Halleyna Widyasari; Muhammad Reza Kusman
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/gzhnz287

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis proses pengolahan air, menilai kualitas air bersih yang didistribusikan kepada masyarakat, dan mengembangkan skenario perbaikan untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) di PDAM Morotai Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi, pengujian laboratorium terhadap sampel air (inlet, outlet, dan keran pelanggan), wawancara, serta kuesioner. Uji laboratorium mengukur parameter fisik (kekeruhan, TDS), kimia (pH, besi), dan mikrobiologi (total coliform, E. coli). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPA beroperasi secara kurang optimal; proses-proses krusial seperti koagulasi-flokulasi (termasuk pembubuhan bahan kimia), sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi tidak berfungsi atau tidak diterapkan. Akibatnya, selama musim hujan, air yang didistribusikan menjadi keruh dan tidak memenuhi standar baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Hasil uji kualitas air selama musim hujan menunjukkan kekeruhan yang tinggi (21.53-36.62 NTU), TDS tinggi (1.201-2,31 mg/L), kadar besi tinggi (1,032-2,796 mg/L), serta kontaminasi mikrobiologi yang sangat tinggi (E. coli 90-127; total coliform 198-245 per 100 ml). Berdasarkan analisis jar test, ditentukan dosis koagulan optimal sebesar 1 ml/L tawas 5% untuk memenuhi standar air bersih. Skenario perbaikan IPA yang komprehensif diusulkan, meliputi penambahan bar screen, serta optimalisasi unit koagulasi-flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi dengan dosis klorin 4 ml/L (konsentrasi 0,1%) serta waktu kontak 20 menit. Penerapan skenario ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas air secara signifikan bagi masyarakat.