Kondisi lereng dengan kemiringan yang curam dapat menyebabkan terjadinya kelongsoran sehingga diperlukan sebuah perkuatan lereng, salah satunya yaitu dengan geotekstil. Geotekstil sering digunakan karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah dalam pelaksanaan, murah, dan dapat meningkatkan stabilitas lereng secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana prosedur menghitung stabilitas lereng Kelurahan Tabona dalam kondisi eksisting, dan mengetahui bagaimana cara menghitung stabilitas lereng Kelurahan Tabona menggunakan perhitungan manual dengan perkuatan geotextile. Dalam penelitian ini digunakan metode Fellenius untuk menganalisis lereng kondisi eksisting. Sedangkan untuk menganalisis lereng setelah perkuatan mengacu pada pedoman konstruksi bangunan No.003/BM/2009. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh FK=1,1 pada lereng untuk bidang longsor dengan jari- jari R=9,0 m (tidak aman). Sementara dengan mengubah geometri lereng diperoleh FK =1,3 (tidak aman) Selanjutnya setelah menggunakan perkuatan geotextile dengan tipe woven polypropylene tensile strength (CD) sebesar 50 kN/m diperoleh FK=3,1 artinya aman dari kelongsoran. Geotextile yang digunakan adalah sebanyak 7 lapis dan setiap lapisan memenuhi faktor aman baik terhadap cabut tulangan (FKP) maupun faktor aman terhadap putusnya tulangan (FKr) yaitu syarat FKP dan FKr ≥1,5. Dari 7 lapis geotextile tersebut didapatkan FKP Minimum = 10 dan FKr Minimum = 1,7 yang artinya semua lapisan geotextile yang digunakan aman terhadap cabut dan aman terhadap putusnya geotextile tersebut.