Penggunan air dalam kegiatan pertambangan relatif tinggi dan membutuhkan alternatif pemanfaatan air yang lebih efisien. Di sisi lain, air limbah domestik dari basecamp pekerja yang telah diolah berpotensi menjadi sumber air guna ulang apabila kualitas dan kuantitas effluennya memandai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan dan efektivitas perencanaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik yang akan dioperasikan serta menganalisis potensi pemanfaatan effluen untuk penyiraman di area operasional pertambangan PT. X. Evaluasi dilakukan berdasarkan kapasitas dan desain unit IPAL serta berdasarkan parameter pH, BOD, COD, TSS, fecal coliform, dan residual klorin yang dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku. Selain itu, pendekatan analisis lingkungan dan kesehatan dilakukan dengan mengacu pada pedoman World Health Organization (WHO) untuk mengetahui potensi terhadap pekerja dan keberlanjutan lingkungan. Lebih lanjut, dilakukan analisis neraca air untuk mengidentifikasi potensi penghematan air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain dan unit IPAL yang direncanakan mampu menghasilkan proyeksi effluen yang memenuhi baku mutu dan layak digunakan untuk kegiatan penyiraman jalan operasional dan irigasi dengan paparan terbatas (restricted exposure). Selain itu, analisis neraca air menunjukkan bahwa effluen IPAL domestik berpotensi sebagai sumber air alternatif yang dapat mengurangi penggunaan air bersih hingga ±80% pada kegiatan operasional. Oleh karena itu, pemanfaatan effluen direkomendasikan untuk kegiatan penyiraman dengan tetap memperhatikan pengendalian kualitas dan pemantauan secara berkala.