p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Muhammad Faisal Fadhil
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KINERJA IPAL DOMESTIK DAN ANALISIS POTENSI PEMANFAATAN EFFLUEN UNTUK PENYIRAMAN BERDASARKAN ANALISIS LINGKUNGAN, KESEHATAN, DAN NERACA AIR PADA AREA PERTAMBANGAN Kezia Putri Violeta; Muhammad Faisal Fadhil; Akmal Dzikri Maulana
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/7c6mv430

Abstract

Penggunan air dalam kegiatan pertambangan relatif tinggi dan membutuhkan alternatif pemanfaatan air yang lebih efisien. Di sisi lain, air limbah domestik dari basecamp pekerja yang telah diolah berpotensi menjadi sumber air guna ulang apabila kualitas dan kuantitas effluennya memandai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan dan efektivitas perencanaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik yang akan dioperasikan serta menganalisis potensi pemanfaatan effluen untuk penyiraman di area operasional pertambangan PT. X. Evaluasi dilakukan berdasarkan kapasitas dan desain unit IPAL serta berdasarkan parameter pH, BOD, COD, TSS, fecal coliform, dan residual klorin yang dibandingkan dengan baku mutu yang berlaku. Selain itu, pendekatan analisis lingkungan dan kesehatan dilakukan dengan mengacu pada pedoman World Health Organization (WHO) untuk mengetahui potensi terhadap pekerja dan keberlanjutan lingkungan. Lebih lanjut, dilakukan analisis neraca air untuk mengidentifikasi potensi penghematan air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain dan unit IPAL yang direncanakan mampu menghasilkan proyeksi effluen yang memenuhi baku mutu dan layak digunakan untuk kegiatan penyiraman jalan operasional dan irigasi dengan paparan terbatas (restricted exposure). Selain itu, analisis neraca air menunjukkan bahwa effluen IPAL domestik berpotensi sebagai sumber air alternatif yang dapat mengurangi penggunaan air bersih hingga ±80% pada kegiatan operasional. Oleh karena itu, pemanfaatan effluen direkomendasikan untuk kegiatan penyiraman dengan tetap memperhatikan pengendalian kualitas dan pemantauan secara berkala.
ANALISIS KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TERHADAP BEBAN PENCEMAR DAN POTENSI PEMANFAATAN AIR OLAHAN PADA INDUSTRI ALAT MUSIK PT X Ester Kristania Putri; Muhammad Faisal Fadhil; Akmal Dzikri Maulana
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/qkzabs78

Abstract

PT X yang bergerak di bidang industri alat musik menghasilkan air limbah dari kegiatan produksinya. Air limbah yang dihasilkan rencananya tidak langsung dibuang, tetapi diolah terlebih dahulu agar dapat dimanfaatkan kembali untuk  penyiraman Ruang Terbuka Hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dan mengoptimalkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di industri alat musik PT X guna mendukung konsep water reuse. Evaluasi dilakukan berdasarkan kapasitas dan desain unit IPAL, dan berdasarkan parameter pH, BOD, COD, dan TSS, dan total coliform sesuai dengan baku mutu pada PermenLH 11 Tahun 2025. Analisis resiko lingkungan dan kesehatan dilakukan berdasarkan pedoman WHO untuk mengetahui potensi dampak pada lingkungan. Berdasarkan analisis dimensi eksisting, ditemukan bahwa kapasitas IPAL tidak memadai karena menyebabkan waktu detensi pada bak pengumpul, bak biofilter zona anaerob dan aerob berada jauh di bawah kriteria desain ideal. Selain kendala fisik, karakteristik influen memiliki rasio BOD₅/COD sebesar 0,39 yang mengindikasikan biodegradabilitas sedang, sehingga pengolahan biologis memerlukan dukungan pengolahan kimiawi. Sebagai langkah optimalisasi, kapasitas IPAL ditingkatkan menjadi 27,95 m3 guna memperpanjang waktu tinggal air limbah agar proses penyisihan polutan berjalan stabil. Selanjutnya analisis resiko menunjukan  tingkat yang rendah untuk kegiatan penyiraman RTH dengan paparan terbatas (restricted exposure). Pemanfaatan kembali air limbah ini diproyeksikan mencapai tingkat efisiensi sebesar 66,23%, sehingga direkomendasikan untuk diaplikasikan dalam kegiatan penyiraman dengan memperhatikan kualitas dan pemantauan secara berkala.