Ester Kristania Putri
Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH TERHADAP BEBAN PENCEMAR DAN POTENSI PEMANFAATAN AIR OLAHAN PADA INDUSTRI ALAT MUSIK PT X Ester Kristania Putri; Muhammad Faisal Fadhil; Akmal Dzikri Maulana
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/qkzabs78

Abstract

PT X yang bergerak di bidang industri alat musik menghasilkan air limbah dari kegiatan produksinya. Air limbah yang dihasilkan rencananya tidak langsung dibuang, tetapi diolah terlebih dahulu agar dapat dimanfaatkan kembali untuk  penyiraman Ruang Terbuka Hijau (RTH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja dan mengoptimalkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di industri alat musik PT X guna mendukung konsep water reuse. Evaluasi dilakukan berdasarkan kapasitas dan desain unit IPAL, dan berdasarkan parameter pH, BOD, COD, dan TSS, dan total coliform sesuai dengan baku mutu pada PermenLH 11 Tahun 2025. Analisis resiko lingkungan dan kesehatan dilakukan berdasarkan pedoman WHO untuk mengetahui potensi dampak pada lingkungan. Berdasarkan analisis dimensi eksisting, ditemukan bahwa kapasitas IPAL tidak memadai karena menyebabkan waktu detensi pada bak pengumpul, bak biofilter zona anaerob dan aerob berada jauh di bawah kriteria desain ideal. Selain kendala fisik, karakteristik influen memiliki rasio BOD₅/COD sebesar 0,39 yang mengindikasikan biodegradabilitas sedang, sehingga pengolahan biologis memerlukan dukungan pengolahan kimiawi. Sebagai langkah optimalisasi, kapasitas IPAL ditingkatkan menjadi 27,95 m3 guna memperpanjang waktu tinggal air limbah agar proses penyisihan polutan berjalan stabil. Selanjutnya analisis resiko menunjukan  tingkat yang rendah untuk kegiatan penyiraman RTH dengan paparan terbatas (restricted exposure). Pemanfaatan kembali air limbah ini diproyeksikan mencapai tingkat efisiensi sebesar 66,23%, sehingga direkomendasikan untuk diaplikasikan dalam kegiatan penyiraman dengan memperhatikan kualitas dan pemantauan secara berkala.