Mohammad Abdullah Muhlish Muta’aly
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA DINAS PERPUSTAKAAN UMUM DAN ARSIP DAERAH KOTA MADIUN DALAM MENGHADAPI LEMAHNYA MINAT BACA GENERASI ALPHA Mohammad Abdullah Muhlish Muta’aly; Febrio Sefa Aqda Fidyono; Mega Alif Marintan
Vol. 3 No. 2 (2025): Special Issue: Cultural Resilience and Digital Literacy for a Diverse Society 309-329
Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era pesatnya teknologi digital seperti sekarang ini, sampai muncul istilah baru yaitu generasi Alpha yang lahir sekitar tahun 2010 - 2025 menjadi tantangan baru bagi setiap organisasi. Salah satunya organisasi perpustakaan, karena tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pihak perpustakaan harus lebih ekstra memberikan edukasi kepada generasi Alpha yang mana sudah bersandingan dengan pesatnya kemajuan teknologi. Salah satu edukasi yang harus diberikan dari pihak perpustakaan kepada generasi Alpha yaitu mencari informasi agar menambah pengetahuan, serta menumbuhkan literasi agar tercipta budaya baca yang berkualitas. Maka tujuan dari penelitian ini agar mengetahui upaya Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah (Dispersip) Kota Madiun dalam meningkatkan minat baca generasi Alpha. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, ikut secara langsung, observasi, dokumentasi dan studi dokumen. Hasil dari penelitian ini yaitu upaya yang dilakukan Dispersip Kota Madiun dalam meningkatkan minat baca generasi Alpha yaitu pihak perpustakaan mengembangkan inovasi berupa Layanan Jemputan - Antar Buku dari Rumahmu, Layanan Perpustakaan Digital berupa Aplikasi iMadiun, Layanan Destinasi Wisata Perpustakaan Kota, Layanan Pitutur Basa Jawa, Layanan Perpustakaan Keliling, Layanan Rumah Pintar Puri Cendekia Alun-alun dan Kunjungan Rutin oleh Anak-anak TK – SMP. Tantangan dalam upaya tersebut yaitu banyak masyarakat yang belum maksimal dalam memanfaatkan layanan dan kurangnya sumber daya manusia yang berperan di kegiatan tersebut.