Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Islam and Politics in Indonesia : Historical Perspective Qisthi Faradina Ilma Mahanani; Mega Alif Marintan; Irma Ayu Kartika Dewi; Moh Ashif Fuadi
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 3 No. 1 (2022): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.164 KB) | DOI: 10.22515/isnad.v3i1.5395

Abstract

This research explains the dynamic perspective of Islam and politics in Indonesia. The relationship between Islam and the political situation in Indonesia is not always harmonious. With qualitative methods through the study of literature, this research resulted in the conclusion that Islamic and political ndication are two aspects that converge in its development that has never been interrupted from the previous period. The existence of Islam in Indonesia is largely determined by the objective conditions built by the Muslims themselves through qualifications and political capacities that are insightful in the formation of the intellectuality of their people. The condition of Muslims today has indeed progressed, but institutionally politically it has regressed. Therefore, discussing Islamic and political issues is felt increasingly urgently by Muslims themselves. The engineering of the conversation and its implementation includes a doctrinal Understanding of Islam that is contextual to the political growth of the nation, a coaching system that can liberate people from material and spiritual backwardness, and leadership that is not only charismatic, but also dedicative and professional. Keywords: Islam, Politic, Perspective, Historical
TRADISI WILUJENGAN ATAU SELAMETAN DALAM PRESERVASI DI REKSO PUSTOKO MANGKUNEGARA SURAKARTA Mega Alif Marintan
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v5i2.2387

Abstract

Wilujengan or selametan is a tradition that is often held by the Javanese. One that carries out the wilujengan tradition is the Rekso Pustoko Mangkunegaran Library, which is located in Solo, Central Java. As for the management of the library, one of which is the preservation activity, namely fumigation. Uniquely, in the fumigation activities carried out at the Rekso Pustoko Library, there is a special tradition, namely wilujengan or selametan. The research wants to know the purpose and process of the wilujengan or slametan tradition. This research is a qualitative research. Interviews were conducted with librarians and working staff. The results of the study found that, first, wilujengan or salametan is carried out to ask for safety and smoothness in the fumigation process. Second, wilujengan or salvation is performed to ask for blessings from God Almighty. Third, wilujengan or salametan is a routine tradition in which Rekso Pustoko under the auspices of Praja Mangkunegaran still upholds Javanese cultural customs, one of which is the wilujengan or salametan tradition.Keyword: wilujengan, selametan, preservation, Rekso Pustoko Library ABSTRAKWilujengan atau selametan merupakan suatu tradisi yang sering diselenggakan oleh orang Jawa. Salah satu yang melakukan tradisi wilujengan yaitu Perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran yang terletak Solo Jawa Tengah. Adapun dalam manajemen perpustakaannya, salah satunya terdapat kegiatan preservasi yaitu fumigasi. Uniknya dalam kegiatan fumigasi yang dilakukan di Perpustakaan Rekso Pustoko terdapat satu tradisi khusus yaitu wilujengan atau selametan. Penelitian ingin mengetahui tujuan dan proses dari tradisi wilujengan atau selametan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Wawancara dilakukan ke pustakawan dan staff yang bekerja. Hasil penelitian didapatkan bahwa, pertama, wilujengan atau selametan dilakukan untuk memohon keselamatan dan kelancaran dalam proses fumigasi. Kedua, wilujengan atau selametan dilakukan guna memohon berkah dari Tuhan yang Maha Esa. Ketiga, wilujengan atau selametan merupakan tradisi rutin yang mana Rekso Pustoko di bawah naungan Praja Mangkunegaran masih menjunjung adat budaya Jawa salah satunya tradisi wilujengan atau selametan.
Menyoal Ketimpangan Relasi Kuasa dan Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di Pesantren: Sebuah Tinjauan Kritis Moh Ashif Fuadi; Mega Alif Marintan; Qisthi Faradina Ilma Mahanani; Muhammad Aslambik
Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam Vol. 22 No. 2 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & The Asia Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/musawa.2023.222.148-160

Abstract

Fenomena kekerasan seksual yang terjadi di kalangan pesantren menjadi perhatian  banyak pihak, karena sejatinya pesantren merupakan lembaga yang dianggap aman untuk belajar para santri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor ketimpangan relasi kuasa dan persepsi santri terhadap pencegahan kekerasan seksual di pesantren. Penelitian ini menggunakan mix method dengan pendekatan kuantitatif dalam pengambilan data survei dan pendekatan kualitatif dalam menganalisis data dari responden melalui observasi, wawancara dan studi pustaka dari berbagai sumber tertulis dan media online. Hasilnya yaitu, pertama, perilaku kekerasan seksual khususnya di pesantren merupakan dampak dari ketimpangan relasi kuasa. Kedua, upaya pencegahan kekerasan seksual di pesantren dilakukan dengan monitoring dari pesantren, mau’idzoh atau nasehat kyai, aturan resmi tentang batasan antara laki-laki dengan perempuan, dan kajian kitab kuning tentang pendidikan seksual dan pemahaman gender melalui kitab ‘Uqūdu al-Lujain, Qurratul ‘Uyūn, Fathul Izār, dan fikih wanita. Ketiga, kasus kekerasan seksual yang dilakukan oknum pesantren melalui doktrinnya, dapat menurunkan tingkat kepercayaan sehingga perlu tindakan pencegahan dengan kerjasama yang terintegrasi dan penegakan hukum yang seimbang. [ The phenomenon of sexual violence in Islamic boarding schools (pesantren) has become everybody’s concern lately. This institution should be considered safe place  for santri to live and learn.This study aims to determine the influence of inequality factors on power relations in sexual violence and to know students' perceptions of the prevention of sexual violence in pesantren. This study uses a mixed-method with a quantitative approach in taking survey data and a qualitative approach in analyzing data from respondents through observation, interviews and literature studies from various written sources and online media. The results are, first, sexual violence in pesantren predominantly stems from disparities in power relation. Second, Prevention strategies within pesantren encompass close monitoring, mau'idzoh (advice) guidance from kyai, establishment of clear boundaries between genders, and incorporating sex education and gender awareness through Kitab Kuning texts through the book of 'Uqū du al-Lujain, Qurratul 'Uyūn, Fathul Izār, and fikih women. Third, cases of sexual violence committed by pesantren through their doctrines can reduce trust so that preventive measures  are needed with integral cooperation and balanced law enforcement.]
PREVENTION EFFORT OF SEXUAL VIOLENCE FROM POWER INEQUALITY RELATIONS IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS IN INDONESIA Moh Ashif Fuadi; Rosyadi, Muhammad Husna; Mega Alif Marintan; Qisthi Faradina Ilma Mahanani; Muhammad Aslambik
Harmoni Vol. 23 No. 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : Research and Development Center for Guidance for Religious Societies and Religious Services, the Research and Development and Education and Training Agency of the Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia (MORA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32488/harmoni.v23i1.720

Abstract

Abstract This study investigates the prevention efforts against sexual violence in Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia, focusing on implemented strategies. Conducted using a quantitative survey with a descriptive design, data were gathered via questionnaires distributed across various pesantren. Results reveal that prevention is facilitated by studying specific texts on sex education like 'Uqūdu al-Lujain, Qurratul' Uyūn, and Fathul Izār. Additional measures include monitoring student communications via mobile phones, imparting advice (mau'idzoh) from religious teachers (Kiai), and enforcing strict rules on interactions between genders. The study identifies power imbalances as contributing factors, where higher-ranking individuals exploit authority to exert control. Implications suggest that sexual violence erodes public trust, necessitating collaborative preventive actions involving pesantren, communities, and government. Furthermore, stringent legal measures against perpetrators are crucial. This research significantly contributes to the literature on sexual violence prevention in religious educational settings, advocating a comprehensive approach encompassing education, supervision, and robust law enforcement to combat this issue effectively. Abstrak Studi ini menyelidiki upaya pencegahan terhadap kekerasan seksual di pesantren-pesantren di Indonesia, dengan fokus pada strategi yang diterapkan. Dilakukan menggunakan survei kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar di berbagai pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan difasilitasi melalui studi teks-teks khusus tentang pendidikan seks seperti 'Uqūdu al-Lujain, Qurratul' Uyūn, dan Fathul Izār. Langkah-langkah tambahan meliputi pemantauan komunikasi siswa melalui telepon genggam, pemberian nasihat (mau'idzoh) dari guru agama (Kiai), dan penegakan aturan ketat mengenai interaksi antara gender. Studi ini mengidentifikasi ketidakseimbangan kekuasaan sebagai faktor penyumbang, di mana individu dengan posisi lebih tinggi mengeksploitasi otoritas untuk mengendalikan orang lain. Implikasi dari temuan ini menyarankan bahwa kekerasan seksual merusak kepercayaan publik, memerlukan tindakan preventif kolaboratif yang melibatkan pesantren, masyarakat, dan pemerintah. Selain itu, tindakan hukum yang ketat terhadap pelaku sangat penting. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur tentang pencegahan kekerasan seksual di lembaga pendidikan agama, mendorong pendekatan komprehensif yang mencakup pendidikan, pengawasan, dan penegakan hukum yang kuat untuk mengatasi masalah ini secara efektif.
Upaya Perpustakaan Masjid Agung Keraton Surakarta dalam Menjaga Kelestarian Naskah Kuno Warisan Budaya Bangsa Hidayati, Dewi Nur; Mega Alif Marintan
Buletin Perpustakaan Vol. 7 No. 1 (2024): Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi dalam Pengembangan Layanan Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bpuii.v7i1.34732

Abstract

Perpustakaan Masjid Agung Keraton Surakarta mempunyai peran penting dalam menjaga kelestarian naskah kuno yang merupakan warisan budaya bangsa. Naskah-naskah kuno ini mempunyai nilai sejarah dan budaya yang tinggi, sehingga perlu dilestarikan agar tidak rusak atau hilang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasikan dan menganalisis proses dan upaya Perpustakaan Masjid Agung Keraton Surakarta dalam menjaga, mengelola, merawat dan memelihara kelestarian naskah kuno sebagai warisan budaya bangsa. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan secara langsung melalui wawancara dengan petugas perpustakaan dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perpustakaan Masjid Agung Keraton Surakarta telah melakukan berbagai langkah dalam menjaga kelestarian naskah kuno, termasuk konservasi fisik, digitalisasi, penyimpanan dalam kondisi lingkungan yang terkendali, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya warisan budaya ini. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan anggaran dan sumber daya yang terlatih.
Perbandingan Penggunaan Bahan Pustaka Fisik dan Digital oleh Mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa Isti Maharsi; Marintan, Mega Alif
Buletin Perpustakaan Vol. 7 No. 2 (2024): Buletin Perpustakaan
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bpuii.v7i2.34933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan bahan pustaka fisik dan digital oleh mahasiswa Fakultas Adab dan Bahasa di UIN Raden Mas Said Surakarta. Dalam era digital, keberadaan bahan pustaka digital semakin berkembang, namun bahan pustaka fisik tetap memiliki peran penting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi dan kuesioner yang melibatkan 43 responden dari 430 mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa lebih cenderung menggunakan bahan pustaka digital karena kemudahan akses dan efisiensi waktu, terutama untuk tugas yang membutuhkan informasi terbaru. Namun, bahan pustaka fisik tetap relevan untuk penelitian yang memerlukan konsentrasi dan pemahaman mendalam. Kedua jenis bahan pustaka ini saling melengkapi, di mana bahan pustaka fisik memberikan pengalaman membaca yang lebih intensif, sementara bahan pustaka digital menawarkan fleksibilitas dalam akses dan penggunaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan layanan perpustakaan dan dapat menjadi acuan dalam memahami preferensi mahasiswa terhadap bahan pustaka fisik dan digital.
Pemanfaatan Sistem Otomasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPERSIP) Kota Surakarta Berbasis Senayan Library Management System (SLIMS) Putra, Adam Purnama; Marintan, Mega Alif
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v7i1.3206

Abstract

The evolution of the use of information technology in libraries is evidenced by the increasing number of libraries that include information technology as part of their library operations. The term library automation system is well known when information and communication technology is used by libraries. Library automation systems offer libraries a great opportunity to improve services in the library. The use of information technology is very significant for libraries because it aims to provide the best service and meet the increasingly complex information needs of library users. The purpose of this research is to understand the use of library automation features in the Senayan Library System "SLIMS". You will gain knowledge not only about the DISPERSIP library group, but also about existing barriers and how libraries are trying to overcome existing barriers. The data analysis method in this research is a qualitative method that uses observation and interview guidelines as data collection tools. The results of this research show that the use of the automation system at DISPERSIP Surakarta City based on SLIMS is very good, this is proven by the existence of library services that have been automated. The SLIMS used in the Surakarta City DISPERSIP library is the Bulian version or Sembilan version. Apart from utilizing the existing SLIMS functionality, SLIMS in the Surakarta City DISPERSIP library has also been modified to meet library requirements, this modification was carried out by the Surakarta City DISPERSIP librarian himself. Keyword: SLIMS, Automation System, Information Tecnology, Bulian SLIMS   ABSTRAK Evolusi penggunaan teknologi informasi di perpustakaan dibuktikan dengan adanya semakin banyak perpustakaan yang memasukkan teknologi informasi sebagai bagian dari operasional perpustakaannya. Istilah sistem otomasi perpustakaan terkenal ketika teknologi informasi dan komunikasi digunakan perpustakaan. Sistem otomasi perpustakaan menawarkan perpustakaan peluang besar untuk meningkatkan layanan di perpustakaan tersebut. Pemanfaatan teknologi informasi sangat signifikan bagi perpustakaan karena bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik dan memenuhi kebutuhan informasi pemustaka yang semakin rumit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pemanfaatan fitur otomasi perpustakaan pada Sistem Perpustakaan Senayan “SLIMS”. Anda akan memperoleh pengetahuan tidak hanya tentang kelompok perpustakaan DISPERSIP, tetapi juga tentang hambatan yang ada dan bagaimana perpustakaan berupaya untuk mengatasi hambatan yang ada. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menggunakan pedoman observasi dan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sistem otomasi di DISPERSIP Kota Surakarta berbasis SLIMS sudah sangat baik, hal ini dibuktikan dengan adanya layanan perpustakaan yang sudah terotomisasi. SLIMS yang digunakan pada perpustakaan DISPERSIP Kota Surakarta adalah SLIMS versi Bulian atau versi Sembilan. Selain memanfaatkan fungsionalitas SLIMS yang ada, SLIMS di perpustakaan DISPERSIP Kota Surakarta juga telah dimodifikasi untuk memenuhi persyaratan perpustakaan, modifikasi ini dilakukan oleh pustakawan DISPERSIP Kota Surakarta sendiri.
Implementasi Teknologi Digital di Perpustakaan Daerah Guna Mendukung Sustainable Development Goals Fidyono, Febrio Sefa Aqda; Marintan, Mega Alif
Buletin Perpustakaan Vol. 8 No. 1 (2025): Buletin Perpustakaan UII (Edisi Mei 2025)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/bpuii.v8i1.40481

Abstract

Perpustakaan daerah memiliki peran strategis sebagai sumber informasi yang akurat dan fondasi pembangunan masyarakat. Namun, masih banyak perpustakaan daerah yang belum mengadopsi teknologi digital dalam operasional dan layanan, sehingga menyebabkan kendala dalam pengelolaan koleksi, menurunkan efisiensi kerja, dan menghambat efektivitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi teknologi digital dapat mendukung efektivitas kerja di perpustakaan daerah sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui tinjauan literatur, dengan mengkaji sejumlah artikel terkait pemanfaatan teknologi di perpustakaan dan relevansinya terhadap program SDGs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, menunjang pelaksanaan program pemerintah, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menjawab tuntutan perkembangan teknologi. Penggunaan teknologi ini juga memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Kesimpulannya, teknologi digital sangat berperan penting dalam modernisasi layanan perpustakaan daerah dan menjadi elemen pendukung dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih aktif memanfaatkan layanan perpustakaan berbasis digital untuk mendukung tercapainya SDGs.
TRADISI WILUJENGAN ATAU SELAMETAN DALAM PRESERVASI DI REKSO PUSTOKO MANGKUNEGARA SURAKARTA Marintan, Mega Alif
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 5 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v5i2.2387

Abstract

Wilujengan or selametan is a tradition that is often held by the Javanese. One that carries out the wilujengan tradition is the Rekso Pustoko Mangkunegaran Library, which is located in Solo, Central Java. As for the management of the library, one of which is the preservation activity, namely fumigation. Uniquely, in the fumigation activities carried out at the Rekso Pustoko Library, there is a special tradition, namely wilujengan or selametan. The research wants to know the purpose and process of the wilujengan or slametan tradition. This research is a qualitative research. Interviews were conducted with librarians and working staff. The results of the study found that, first, wilujengan or salametan is carried out to ask for safety and smoothness in the fumigation process. Second, wilujengan or salvation is performed to ask for blessings from God Almighty. Third, wilujengan or salametan is a routine tradition in which Rekso Pustoko under the auspices of Praja Mangkunegaran still upholds Javanese cultural customs, one of which is the wilujengan or salametan tradition.Keyword: wilujengan, selametan, preservation, Rekso Pustoko Library ABSTRAKWilujengan atau selametan merupakan suatu tradisi yang sering diselenggakan oleh orang Jawa. Salah satu yang melakukan tradisi wilujengan yaitu Perpustakaan Rekso Pustoko Mangkunegaran yang terletak Solo Jawa Tengah. Adapun dalam manajemen perpustakaannya, salah satunya terdapat kegiatan preservasi yaitu fumigasi. Uniknya dalam kegiatan fumigasi yang dilakukan di Perpustakaan Rekso Pustoko terdapat satu tradisi khusus yaitu wilujengan atau selametan. Penelitian ingin mengetahui tujuan dan proses dari tradisi wilujengan atau selametan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Wawancara dilakukan ke pustakawan dan staff yang bekerja. Hasil penelitian didapatkan bahwa, pertama, wilujengan atau selametan dilakukan untuk memohon keselamatan dan kelancaran dalam proses fumigasi. Kedua, wilujengan atau selametan dilakukan guna memohon berkah dari Tuhan yang Maha Esa. Ketiga, wilujengan atau selametan merupakan tradisi rutin yang mana Rekso Pustoko di bawah naungan Praja Mangkunegaran masih menjunjung adat budaya Jawa salah satunya tradisi wilujengan atau selametan.