Yulita Daru Priliantari
Universitas Tarakanita

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Komunikasi People Pleaser Dalam Menangani Konflik Antarpribadi Madeline Sharell Karunia; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan oleh individu dengan kecenderungan people pleaser dalam menangani konflik antarpribadi. Di tengah kompleksnya interaksi yang rentan terhadap konflik antarpribadi, individu dengan kecenderungan people pleaser menghadapi tantangan dalam menjaga relasi, sering kali mengorbankan diri demi penerimaan sosial yang pada akhirnya dapat memicu ketidakseimbangan psikologis dan komunikasi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam informan yang menunjukkan karakteristik people pleaser disertai studi pustaka dan observasi. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodean (coding), dimulai dari transkrip verbatim hasil wawancara. Temuan menunjukkan bahwa strategi komunikasi people pleaser dipengaruhi oleh perhitungan biaya (cost) dan imbalan (reward) berdasarkan Teori Pertukaran Sosial. Informan menanggung biaya emosional (stres, kehilangan identitas), sosial (hubungan tidak seimbang, rentan eksploitasi), dan fisik (kelelahan). Imbalan yang diperoleh meliputi validasi sosial, penghindaran konflik, dan penguatan self-esteem. Dalam manajemen konflik, people pleaser menggunakan gaya Accommodating, Avoiding, Collaborating, Compromising, dan Competing. Pilihan gaya konflik ini didorong oleh motivasi kompleks untuk menjaga hubungan dan menghindari tekanan. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran diri dan pengembangan asertivitas bagi people pleaser dalam interaksi sosial.
Analisis Representasi Budaya Keluarga Indonesia dalam Iklan Kecap Bango versi “Rasa yang Melekat di Hati” Fransiska Maya Inawa; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.302

Abstract

Iklan merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan mempengaruhi pikiran dan perilaku konsumen. Kecap Bango melalui iklan versi “Rasa yang Melekat di Hati” menunjukkan budaya kekeluargaan Indonesia melalui berbagai simbol dan narasi dalam iklan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada teori semiotika Roland Barthes, yang berfokus pada makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam konteks budaya kekeluargaan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan budaya kekeluargaan Indonesia dalam iklan yaitu (1) kedekatan emosional yang terjalin dalam keluarga, (2) budaya makan bersama sebagai inti keharmonisan dan kebersamaan yang hangat dalam keluarga, (3) makanan sebagai pusat perhatian dan interaksi dalam keluarga, dan (4) budaya sopan santun dan saling menghormati dalam keluarga Indonesia. Terdapat makna mitos yang ditemukan dalam analisis ini seperti budaya keluarga Indonesia membagikan kenangan melalui foto/video dapat memperkuat ikatan kekeluargaan, berinteraksi di meja makan dapat memperkuat hubungan antar keluarga, makanan sebagai tradisi, dan budaya salim sebagai kebiasaan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kecap Bango tidak hanya memperkenalkan produk tetapi menawarkan pesan yang lebih luas tentang pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya dalam keluarga Indonesia.
Analisis Makna Representasi Perempuan Tangguh dalam Iklan Wardah “Brave Beauties #BergerakHidupkanHarapan” : Kajian Semiotika Roland Barthes Mareta Rosi; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.303

Abstract

Penelitian ini berangkat dari semakin meningkatnya penggunaan narasi pemberdayaan perempuan dalam kampanye kecantikan di Indonesia. Wardah melalui kampanye“Brave Beauties #BergerakHidupkanHarapan” representasi perempuan yang kuat, berani, dan optimis, sehingga menarik untuk dikaji bagaimana makna tersebut dibangun secara visual dan verbal. Permasalahan penelitian terletak pada bagaimana iklan membentuk makna tentang perempuan modern, serta sejauh mana pesan pemberdayaan tersebut berfungsi tidak hanya sebagai strategi pemasaran tetapi juga sebagai representasi sosial. Hal ini penting diteliti karena iklan kecantikan memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap identitas dan peran perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan pada tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif iklan menampilkan perempuan yang menghadapi berbagai tantangan hidup. Pada tingkat konotasi, iklan mengonstruksi makna tentang ketangguhan emosional, kemandirian, dan harapan. Pada tingkat mitos, iklan membangun citra perempuan modern yang inspiratif dan diposisikan sebagai agen perubahan.
Strategi Komunikasi Pengemudi GoRide di BALI dalam Meningkatkan Pelayanan Pengguna Lidwina Putu Lia Elvina; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.304

Abstract

This study aims to analyze the communication strategies applied by GoRide drivers in providing services to users in Bali, particularly within the tourism context, which is characterized by cultural diversity and varying communication needs. Using a qualitative approach through interviews and observation, the study finds that the communication strategies of GoRide drivers are strongly influenced by the principles of Communication Accomodation Theory (CAT). The result indicate that drivers consistently apply convergence strategies by adjusting their speaking style, intonation, and word choice, as well as by using polite Indonesia, simple English, and refined Balinese language. Drivers also employ nonverbal expressions such as smiling and positive body language to create comfort. Divergence strategies are applied to maintain professional boundaries, including reducing conversation when passengers appear tired, wear earphone, or during heavy traffic conditions. Balinese cultural values such as politenss, friendliness, and respect further strengthen the drivers communication patterns. In addition, drivers utilize technology such as Google Translate to overcome language barriers. Overall, these adaptive communication strategies are shown to enhance passenger comfort, satisfacation, and the positive public image of GoRide services in Bali.