Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EFIKASI DIRI DOSEN DALAM MENULIS NASKAH JURNAL Flavianus Batan; Rs. Kurni Setyawati; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Administrasi dan Kesekretarisan Vol 7 No 1: Maret 2022
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/6jstpx84

Abstract

Menulis naskah jurnal bagi sebagian dosen merupakan hal yang tidak mudah. Naskah jurnal merupakan luaran dari penelitian yang seharusnya dihasilkan oleh para dosen untuk memenuhi kewajiban tridharma perguruan tinggi. Banyak hambatan atau kesulitan untuk menulis naskah jurnal, antara lain kurangnya kepercayaan diri atau penguasaan metodologi penulisan karya ilmiah. Terwujudnya karya ilmiah tidak terlepas dari efikasi diri yang dimiliki oleh para dosen selain motivasi internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hambatan atau kesulitan dalam menulis jurnal dan hubungannya dengan peran efikasi diri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori efikasi diri dan motivasi. Data penelitian ini diperoleh dari studi pustaka dan wawancara informal beberapa dosen, sedangkan, metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini akan bermanfaat sebagai input bagi pihak manajemen perguruan tinggi dalam menentukan tindakan lanjut peningkatan efikasi para dosen untuk menulis jurnal.
Mengasah Kepemimpinan Siswa Dengan Model Aktivitas Mental Seorang Pemimpin pada Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di SMA Pangudi Luhur II Servasius Bekasi Linus Kali Palindangan; Yulita Daru Priliantari; Isabella Pongsale; Kiska Alexandra Gayatri
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 6 No 2: JULI 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/wzx4yn11

Abstract

SMA Pangudi Luhur II Servasius, Bekasi, menghadapi kebutuhan untuk memperkuat karakter dan jiwa kepemimpinan siswa sejak awal masa pendidikan menengah. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dilaksanakan pada 25–26 Oktober 2023 dengan tujuan membekali siswa kelas 10 dan 11 dengan keterampilan kepemimpinan yang berakar pada pengenalan dan pengolahan diri, sebagaimana ditekankan dalam pendekatan aktivitas mental seorang pemimpin. Kegiatan ini diikuti oleh 36 siswa/siswi dan dirancang menggunakan metode luar ruang, diskusi terarah, dinamika kelompok, serta refleksi individu dan kelompok. Instrumen evaluasi berupa lembar refleksi terbimbing, observasi perilaku selama kegiatan, dan kuisioner skala likert digunakan untuk mengukur perubahan pemahaman diri dan kesiapan memimpin. Hasil menunjukkan bahwa 83% peserta mampu mengidentifikasi minimal dua kekuatan dan dua kelemahan diri secara spesifik, dan 75% peserta menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya kepemimpinan otentik berdasarkan data refleksi dan observasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan calon pemimpin muda yang sadar diri, reflektif, dan bertanggung jawab.Kata kunci: karakter; kepemimpinan; refleksi; siswa; tanggung jawab
Effective Public Speaking Penggerak PKK Kelurahan Pondok Kelapa Jakarta Timur Cresensiana Widi Astuti; F. A. Wisnu Wirawan; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1 No 2: JULI 2020
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/1c69rx49

Abstract

Kemampuan untuk menyampaikan informasi, memotivasi dan bahkan mempersuasi orang lain merupakan nilai tambah bagi seorang pembicara. Berdiri di garda depan sebagai pembicara membutuhkan kemampuan berbicara yang efektif dan efisien agar pesan yang disampaikan dapat diterima baik dan dilaksanakan. Untuk itu, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) ini perlu diasah dan dikembangkan. Karena hal inilah maka Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi & Sekretari Tarakanita (STARKI) Jakarta mengadakan kegiatan pelatihan effective public speaking bagi ibu-ibu penggerak PKK Kelurahan Pondok Kelapa. Pelatihan ini tidak berfokus pada penyampaian materi saja namun lebih kepada praktik berbicara di depan umum secara efektif, sesuai dengan bidang penggerak peserta. Antusiasme dan kesediaan untuk belajar para ibu ini sangat tinggi dan patut dihargai.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA ORANG TUA DAN ANAK TENTANG SEKSUALITAS TERHADAP PENGENDALIAN DIRI PERILAKU SEKSUAL Hilda Kristina; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 2: November 2024
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi interpersonal diketahui memiliki peran signifikan terhadap kehidupan seseorang, salah satunya dalam bentuk pengendalian diri. Hal ini berlaku secara khusus bagi remaja, masa penuh gejolak emosional sehingga memerlukan dampingan tepat dari orang tua. Harapannya kelak remaja mampu memiliki pengendalian diri atas perilaku seksualnya saat dipengaruhi oleh faktor eskternal. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak tentang seksualitas terhadap pengendalian diri perilaku seksual. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yakni probability sampling. Total responden pada penelitian ini yaitu 71 orang, diperoleh dari jumlah populasi sejumlah 242 orang yang merupakan siswa SMA Citra Berkat tahun ajaran 2023/2024. Parameter pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala Likert, dengan uji yang meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji linearitas, analisis regresi linear sederhana, analisis korelasi sederhana, analisis determinasi, hingga uji t yang diolah melalui program IBM SPSS Versi 26. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif pada Efektivitas Komunikasi Interpersonal antara Orang Tua dan Anak Tentang Seksualitas terhadap Pengendalian Diri Perilaku Seksual, dimana Komunikasi Interpersonal (X) diketahui mempengaruhi Pengendalian Diri (Y) sebesar 7,1%, sedangkan sisanya sebesar 92,9% dipengaruhi oleh faktor lain seperti halnya teman sebaya, media massa, maupun pemilihan lokasi penelitian.
Pemanfaatan Platform Discord sebagai Media Komunikasi Komunitas Virtual Studystream Maureen Teresa Jennifer; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah komunitas virtual yang didorong oleh pertumbuhan media sosial, menjadikan platform atau media komunikasi menjadi hal yang penting dalam mendukung proses berkomunikasi. Salah satunya platform Discord yang digunakan oleh komunitas StudyStream, sebuah komunitas belajar virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi di komunitas virtual StudyStream melalui platform Discord. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi proses komunikasi di platform Discord StudyStream dan melakukan wawancara kepada tiga informan yang merupakan anggota aktif komunitas StudyStream. Temuan menunjukkan bahwa platform Discord mendukung komunikasi melalui kecepatan umpan balik yang cenderung tinggi dan didukung oleh faktor karakteristik anggota, beragam bentuk pesan yang mengakomodasi preferensi yang berbeda, persepsi penerima pesan yang bervariasi mengenai personalisasi pesan, dan bahasa Inggris sebagai bahasa utama yang mendorong pertukaran budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform Discord dapat mendukung efektivitas penyampaian pesan dalam komunitas virtual. Selain itu, faktor kontekstual dan persepsi pengguna juga memainkan peran penting dalam proses komunikasi.
Strategi Komunikasi People Pleaser Dalam Menangani Konflik Antarpribadi Madeline Sharell Karunia; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan oleh individu dengan kecenderungan people pleaser dalam menangani konflik antarpribadi. Di tengah kompleksnya interaksi yang rentan terhadap konflik antarpribadi, individu dengan kecenderungan people pleaser menghadapi tantangan dalam menjaga relasi, sering kali mengorbankan diri demi penerimaan sosial yang pada akhirnya dapat memicu ketidakseimbangan psikologis dan komunikasi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan enam informan yang menunjukkan karakteristik people pleaser disertai studi pustaka dan observasi. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodean (coding), dimulai dari transkrip verbatim hasil wawancara. Temuan menunjukkan bahwa strategi komunikasi people pleaser dipengaruhi oleh perhitungan biaya (cost) dan imbalan (reward) berdasarkan Teori Pertukaran Sosial. Informan menanggung biaya emosional (stres, kehilangan identitas), sosial (hubungan tidak seimbang, rentan eksploitasi), dan fisik (kelelahan). Imbalan yang diperoleh meliputi validasi sosial, penghindaran konflik, dan penguatan self-esteem. Dalam manajemen konflik, people pleaser menggunakan gaya Accommodating, Avoiding, Collaborating, Compromising, dan Competing. Pilihan gaya konflik ini didorong oleh motivasi kompleks untuk menjaga hubungan dan menghindari tekanan. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran diri dan pengembangan asertivitas bagi people pleaser dalam interaksi sosial.
Analisis Representasi Budaya Keluarga Indonesia dalam Iklan Kecap Bango versi “Rasa yang Melekat di Hati” Fransiska Maya Inawa; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.302

Abstract

Iklan merupakan bentuk komunikasi yang bertujuan mempengaruhi pikiran dan perilaku konsumen. Kecap Bango melalui iklan versi “Rasa yang Melekat di Hati” menunjukkan budaya kekeluargaan Indonesia melalui berbagai simbol dan narasi dalam iklan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didasarkan pada teori semiotika Roland Barthes, yang berfokus pada makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam konteks budaya kekeluargaan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan budaya kekeluargaan Indonesia dalam iklan yaitu (1) kedekatan emosional yang terjalin dalam keluarga, (2) budaya makan bersama sebagai inti keharmonisan dan kebersamaan yang hangat dalam keluarga, (3) makanan sebagai pusat perhatian dan interaksi dalam keluarga, dan (4) budaya sopan santun dan saling menghormati dalam keluarga Indonesia. Terdapat makna mitos yang ditemukan dalam analisis ini seperti budaya keluarga Indonesia membagikan kenangan melalui foto/video dapat memperkuat ikatan kekeluargaan, berinteraksi di meja makan dapat memperkuat hubungan antar keluarga, makanan sebagai tradisi, dan budaya salim sebagai kebiasaan masyarakat Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kecap Bango tidak hanya memperkenalkan produk tetapi menawarkan pesan yang lebih luas tentang pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya dalam keluarga Indonesia.
Analisis Makna Representasi Perempuan Tangguh dalam Iklan Wardah “Brave Beauties #BergerakHidupkanHarapan” : Kajian Semiotika Roland Barthes Mareta Rosi; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.303

Abstract

Penelitian ini berangkat dari semakin meningkatnya penggunaan narasi pemberdayaan perempuan dalam kampanye kecantikan di Indonesia. Wardah melalui kampanye“Brave Beauties #BergerakHidupkanHarapan” representasi perempuan yang kuat, berani, dan optimis, sehingga menarik untuk dikaji bagaimana makna tersebut dibangun secara visual dan verbal. Permasalahan penelitian terletak pada bagaimana iklan membentuk makna tentang perempuan modern, serta sejauh mana pesan pemberdayaan tersebut berfungsi tidak hanya sebagai strategi pemasaran tetapi juga sebagai representasi sosial. Hal ini penting diteliti karena iklan kecantikan memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi publik terhadap identitas dan peran perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan pada tiga tingkat pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif iklan menampilkan perempuan yang menghadapi berbagai tantangan hidup. Pada tingkat konotasi, iklan mengonstruksi makna tentang ketangguhan emosional, kemandirian, dan harapan. Pada tingkat mitos, iklan membangun citra perempuan modern yang inspiratif dan diposisikan sebagai agen perubahan.
Strategi Komunikasi Pengemudi GoRide di BALI dalam Meningkatkan Pelayanan Pengguna Lidwina Putu Lia Elvina; Yulita Daru Priliantari
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 4 No 1: Juli 2026
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikw.v4.i1.304

Abstract

This study aims to analyze the communication strategies applied by GoRide drivers in providing services to users in Bali, particularly within the tourism context, which is characterized by cultural diversity and varying communication needs. Using a qualitative approach through interviews and observation, the study finds that the communication strategies of GoRide drivers are strongly influenced by the principles of Communication Accomodation Theory (CAT). The result indicate that drivers consistently apply convergence strategies by adjusting their speaking style, intonation, and word choice, as well as by using polite Indonesia, simple English, and refined Balinese language. Drivers also employ nonverbal expressions such as smiling and positive body language to create comfort. Divergence strategies are applied to maintain professional boundaries, including reducing conversation when passengers appear tired, wear earphone, or during heavy traffic conditions. Balinese cultural values such as politenss, friendliness, and respect further strengthen the drivers communication patterns. In addition, drivers utilize technology such as Google Translate to overcome language barriers. Overall, these adaptive communication strategies are shown to enhance passenger comfort, satisfacation, and the positive public image of GoRide services in Bali.
Investigating The Importance of The Four-Point Plan Towards Students’ Writing Performance Fredericka Setyatami; Gabriella Novianty Soedjarwo; Yulita Daru Priliantari; Jeannette Emmanuelle
STAIRS: English Language Education Journal Vol. 7 No. 1 (2026): STAIRS: English Language Education Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/stairs.7.1.4

Abstract

As effective written communication is central to professional administrative tasks, students in Secretarial Study Programs need a structured writing guide to help them produce clear and organized business correspondence. The Four-Point Plan, which consists of an introduction, essential details, required actions, and closing, offers a simple framework for organizing ideas logically. This study aims to examine the importance of implementing the Four-Point Plan in the Business Writing 1 course. The participants were first-semester students who were newly introduced to business letter writing and had limited familiarity with English for Specific Purposes (ESP). Using a qualitative approach, the research analyzed students’ pre-explanation writing practice, provided instruction on the Four-Point Plan, and then examined their post-explanation writing practice. The analysis was guided by theories of teaching and learning processes, effective written business communication, and coherence and cohesion. The findings reveal that the Four-Point Plan is an effective instructional tool for helping students organize their ideas in business correspondence. By following its four steps, students showed improved clarity and structure in their writing. However, challenges remained at a detailed level, particularly in cohesion. Students frequently omitted transition signals, repeated ideas, or arranged sentences in a less logical order, reflecting their limited vocabulary and early stage of ESP proficiency. Despite these difficulties, the Four-Point Plan provides a useful foundation for developing more coherent and effective business writing skills in novice learners.