Doni Hendri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KARDINAH KOTA TEGAL Raden Roro Amanda Resti Naradiya; Dewi Sulistyoningrum; Doni Hendri
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 1 No 1 (2025): JUKI-USY: JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : BPJS Kesehatan merupakan sistem jaminan kesehatan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya sering terjadi masalah pending klaim yang dapat mempengaruhi pelayanan rumah sakit dan kepuasan pasien. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor ketidaklengkapan berkas rekam medis, kurang tepatnya coding, kurangnya pemeriksaan penunjang, dan kurangnya evidence terapi dengan pending klaim BPJS kesehatan. Metode Penelitian : Penelitian observasional dan dimasukkan ke dalam desain penelitian studi kasus yang tertanam dalam desain penelitian analitik metode kuantitatif. Sampel penelitian adalah berkas rekam medis pasien rawat inap di RSUD Kardinah Kota Tegal sebanyak 94 berkas rekam medis. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test.  Hasil Penelitian : Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara ketidaklengkapan berkas rekam medis dengan klaim BPJS Kesehatan (p-value = 0,593), dan ada hubungan antara kurang tepatnya coding, kurangnya pemeriksaan penunjang, kurangnya evidence terapi dengan klaim BPJS Kesehatan (p-value = 0,001). Kesimpulan : Dokter harus memperhatikan kejelasan dan kelengkapan isi rekam medis, petugas D3 RMIK harus dilatih untuk pengkodean akuisisi yang akurat dan menjalani pelatihan casemix, pelatihan internal dan eksternal rumah sakit.