p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Ibrahim, M. M.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PARAMETER KONDISI AREA DISPOSAL SAAT UNIT ANGKUT DUMPING, JOBSITE KDC, KALIMANTAN TIMUR Ibrahim, M. M.; Jati, S. N.; Surbakti, A. F. H.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v6i1.1000

Abstract

Suatu kegiatan penambangan secara konvensional adalah pemindahan lapisan tanah penutup untuk mengeruk bahan galian tambang. Proses kegiatan tambang terbuka dilakukan penggalian material tanah penutup oleh alat gali muat dan alat angkut. Proses penggalian dan pemuatan material tanah penutup dilakukan oleh alat gali muat dan pengangkutan material tanah penutup ke disposal dilakukan oleh alat angkut. Disposal merupakan lokasi yang dirancang dan direncanakan untuk menampung material tanah penutup dari tambang. Pembuatan disposal harus dilakukan dengan parameter-parameter aman dan situasi keadaan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter kondisi aman dumping (jarak dan tinggi jenjang tanggul) terhadap kestabilan lereng area disposal, menguji kekuatan tanah dan menetapkan faktor pengontrol saat aktivitas dumping. Penelitian ini menggunakan metode ekuilibrium batas yang disederhanakan (Bishop) untuk analisis faktor keamanan (FK) kestabilitas lereng dengan piranti lunak Rocscience Slide. Pengujian kekuatan tanah dilakukan dengan alat CBR (California Bearing Ratio) pada area disposal. Hasil analisis kestabilan lereng pada simulasi pertama dengan jarak 3 m didapatkan nilai FK sebesar 1,5 dan simulasi kedua dengan jarak 5 m didapatkan nilai FK sebesar 2,3. Tanah dasar (subgrade) pada area disposal mencapai kepadatan 30% - 46% dari kepadatan maksimum berdasarkan hasil analisis nilai CBR. Simulasi aktivitas dumping digunakan untuk mengetahui unit angkut berpotensi terbalik saat melakukan dumping di area disposal. Parameter-parameter yang dipergunakan dalam penelitian ini seperti ekuilibrium batas, kestabilitas lereng, pengujian kekuatan tanah dan menetapkan faktor pengontrol saat aktivitas dumping. Maka dapat dipastikan area disposal tergolong kategori aman dan stabil.
SELECTION OF CREATIVE ECONOMIC MSMEs FOR MINING COMMUNITIES IN LAHAT REGENCY USING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Puspita, M.; Bochori, Bochori; Ibrahim, M. M.; Purbasari, I. D. A.; Almentirado, M. D.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.2906

Abstract

The sustainability of the mining industry is highly dependent on the availability of natural reserves of minerals. The conversion of land that was originally intended as a forest or garden into a mining area has caused people around the mine to change professions. However, professions or businesses that arise as a result of mining activities can only last as long as the mine is still operating. Then a big question mark arises regarding the sustainability of the community's economy after mining. With limited resources, MSMEs (micro, small and medium enterprises) based on the creative economy are one of the businesses that can be applied to empower post-mining communities. This study aims to determine the ranking of alternative creative economy MSMEs that can be developed in communities around the mine in Lahat Regency. The method used is the analytical hierarchy process (AHP). This study was conducted by determining the criteria for creative economy MSME businesses and alternatives and then continued with collecting primary data for paired comparisons using a questionnaire. Furthermore, data processing was carried out to determine alternative rankings and consistency ratio testing. The results of the study showed that the highest ranking of alternative creative economy MSMEs was the snack food culinary subsector, followed by the woven craft subsector, the textile craft subsector, and the traditional beverage culinary subsector in sequence.