Neni Iryani
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sinergitas Kecakapan Linguistik dan Efektivitas Tata Kelola Birokrasi Lokal: Studi Kualitatif Layanan Berbasis Elektronik di Kelurahan Pinang Jaya Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung Eka Ubaya Taruna Rauf; Neni Iryani; Hinfa Mosshananza
JURIST: Jurnal Ilmu Hukum dan Ilmu Politik Vol. 3 No. 3 (2026): JURIST: Jurnal Ilmu Hukum dan Ilmu Politik
Publisher : PT. Inovasi Sains Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67980/zkpa5679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah sinergitas antara kecakapan linguistik aparatur dengan tingkat efektivitas sistem tata kelola birokrasi pada pelayanan publik berbasis elektronik (digital governance) di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Pemutakhiran sistem pelayanan di tingkat kelurahan kerap kali terbentur kendala struktural yang bukan dipicu oleh kesiapan teknologi, melainkan akibat kerancuan instruksi, dominasi istilah birokrasi yang kaku (microcopy), serta pemilihan kosakata pada platform digital yang membingungkan masyarakat lokal. Metode yang diterapkan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Penghimpunan data dilakukan melalui wawancara mendalam bersama pamong kelurahan dan warga setempat, pengamatan lapangan secara partisipatif, serta pembedahan dokumen pada media pelayanan virtual (seperti formulir daring dan aplikasi pesan instan WhatsApp). Hasil analisis kualitatif membuktikan bahwa formulasi tata bahasa yang buruk pada aplikasi digital memangkas efisiensi administrasi hingga 35% dan memicu tumpukan verifikasi manual. Rekonstruksi teks administrasi menjadi lebih ringkas, inklusif, dan humanis melalui pendekatan kebahasaan terbukti mampu mereduksi kesalahpahaman prosedur sebesar 60% serta mempercepat durasi penyelesaian berkas dari 3 hari menjadi hanya 1 hari kerja. Integrasi kompetensi kebahasaan menjadi determinan krusial dalam menyokong optimalisasi tata kelola pemerintahan yang cerdas (smart governance) pada unit administrasi terkecil.