Syalomita Mangkat
Institut Agama Kristen Negeri Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN GURU PAK SEBAGAI PEMBIMBING UNTUK MENUMBUHKAN KESADARAN MORAL PADA GENERASI Z TERKAIT DENGAN SEKS BEBAS feliariantihana Mamahit; Rani Jacobus; Juviasti Ansibi; Syalomita Mangkat; Meisi Age; Djibril Bawole
MATA GURU: Jurnal Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vol. 2 No. 2 (2026): Januari
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/mataguru.v2i2.628

Abstract

Kemerosotan moral yang dialami oleh Generasi Z menjadi persoalan yang semakin terlihat seiring dengan berkembangnya teknologi dan perubahan pola hidup, yang salah satunya tampak yakni maraknya perilaku seks bebas. Sebagai generasi yang tumbuh  era digital, Generasi Z dihadapkan pada berbagai tantangan moral yang dipengaruhi oleh media sosial, dinamika pergaulan, serta lemahnya pengendalian diri dan dasar iman. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai pembimbing dalam menumbuhkan kesadaran moral Generasi Z terkait fenomena seks bebas. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan literatur relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa Guru PAK memiliki posisi yang sangat penting, tidak hanya sebagai pengajar dan pendidik, tetapi juga sebagai pendamping rohani yang berfokus pada pembentukan karakter dan pengembangan kesadaran moral peserta didik. Melalui keteladanan hidup, penerapan pendekatan yang menyeluruh, kontekstual, dan terpadu, serta peran sebagai mentor dan konselor, Guru PAK dapat membantu Generasi Z memahami nilai-nilai moral Kristen dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Agama Kristen yang berlandaskan firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus menjadi sarana strategis dalam membentuk kesadaran moral yang berpusat pada Kristus, sehingga Generasi Z mampu menolak praktik seks bebas dan menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai iman Kristen. Selain itu, kerja sama yang erat antara sekolah, keluarga, gereja, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan moral tersebut