Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Impact of Meteorological Factors on Predicting Air Quality in South Tangerang City using Random Forest Method Nurchaerani Kadir; M. Faisal; Fachrul Kurniawan
Applied Information System and Management (AISM) Vol. 7 No. 2 (2024): Applied Information System and Management (AISM)
Publisher : Depart. of Information Systems, FST, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aism.v7i2.38466

Abstract

Air pollution has become one of the most significant environmental problems in many cities throughout the world, which can endanger public health and the environment. Understanding the impact of meteorological conditions on air quality is very important to understanding air pollution patterns. This study investigates the influence of meteorological variables on air quality predictions in South Tangerang City, Indonesia, using the Random Forest method. Modeling is carried out by building two scenarios, namely predictions using meteorological variables and predictions without meteorological variables. Prediction performance analysis is measured using MAE, MSE, RMSE, R-square, and accuracy. The accuracy results of the research show that predictions without meteorological variables provide good prediction results with a value of 86.42%, but predictions with meteorological variables have better performance with a value reaching 98.99%. The largest error values from each model were 2.58 MAE, 71.82 MSE, and 8.4747 RMSE obtained in prediction modeling without meteorological variables, while the smallest error values were obtained in prediction modeling using meteorological variables, namely 0.00, 0.01, and 0.0219, respectively, for MAE, MSE, and RMSE. This research contributes to a better understanding of the relationship between meteorology and air pollution and air quality in urban areas and helps develop targeted mitigation strategies to improve air quality and public health, especially in South Tangerang City and the surrounding area.
Peningkatan Literasi Pelindungan Data Pribadi bagi Pengelola Pondok Pesantren Muhammad Ainul Yaqin; M. Faisal; Totok Chamidy; Suhartono Suhartono; Irwan Budi Santoso; Syahiduz Zaman; Imamuddin Imamuddin
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i3.3412

Abstract

Transformasi digital telah meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan administrasi lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Kondisi tersebut menyebabkan volume data pribadi yang dikelola semakin besar sehingga meningkatkan risiko kebocoran data apabila tidak disertai tata kelola yang memadai. Rendahnya literasi mengenai pelindungan data pribadi serta belum optimalnya pemahaman terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menjadi tantangan bagi pengelola lembaga pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi pelindungan data pribadi bagi pengelola Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Kota Malang melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyampaian materi secara interaktif, diskusi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 11 peserta yang terdiri atas pengelola pondok pesantren. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep data pribadi, prinsip pelindungan data, risiko kebocoran data, hak pemilik data, serta kewajiban pengelola data sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022. Diskusi juga berhasil mengidentifikasi beberapa kebutuhan penguatan tata kelola, antara lain penyusunan kebijakan internal, standar operasional prosedur, klasifikasi data, pengendalian hak akses, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan literasi pelindungan data pribadi sekaligus menjadi langkah awal bagi pengembangan tata kelola data yang lebih aman dan akuntabel di lingkungan pondok pesantren.