Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI LILIN RAMAH LINGKUNGAN DALAM UPAYA PENGURANGAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI DESA WONOGIRI 2, KEL. KELAPA TUJUH, KEC. KOTABUMI SELATAN, KAB. LAMPUNG UTARA Yudi Surono; Danur Widiya Ningsih; Dwi Kurnia Sari; Chotibul Umam
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6243

Abstract

Abstract: The increase in household and culinary business activities has led to a rise in used cooking oil waste, which has the potential to pollute the environment if disposed of improperly. In Wonogiri 2 Village, Kelapa Tujuh Subdistrict, South Kotabumi District, North Lampung Regency, used cooking oil waste is still not optimally managed, and most of it is directly discharged into drainage systems or the soil. This Student Creativity Program (PKM) aims to educate and empower the community to utilize used cooking oil waste as a raw material for making environmentally friendly candles, while also reducing environmental pollution and creating household-based economic opportunities. The scope of activities includes socialization of the dangers of used cooking oil, training in processing used cooking oil, and hands-on practice in making eco-friendly candles. The method used is a descriptive-participatory approach through field observation, socialization, training, mentoring, and activity evaluation. The results show an increase in community knowledge and awareness regarding the management of used cooking oil waste. The candles produced have a stable flame, do not produce excessive smoke, and are suitable as an alternative to paraffin-based candles. This activity demonstrates that utilizing used cooking oil to produce environmentally friendly candles is a simple, applicable, and sustainable solution to reduce environmental pollution while also having the potential to improve community welfare. Keywords: Used Cooking Oil, Eco-Friendly Candles, Waste Management, Community Empowerment, PKM   Abstrak: Peningkatan aktivitas rumah tangga dan usaha kuliner menyebabkan bertambahnya limbah minyak jelantah yang berpotensi mencemari lingkungan apabila dibuang secara sembarangan. Di Desa Wonogiri 2, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, limbah minyak jelantah masih belum dikelola secara optimal dan sebagian besar langsung dibuang ke saluran air atau tanah. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan limbah minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin ramah lingkungan, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan membuka peluang ekonomi berbasis rumah tangga. Ruang lingkup kegiatan meliputi sosialisasi bahaya minyak jelantah, pelatihan pengolahan minyak jelantah, serta praktik langsung pembuatan lilin ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-partisipatif melalui observasi lapangan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah minyak jelantah. Lilin yang dihasilkan memiliki daya nyala yang stabil, tidak menghasilkan asap berlebihan, dan layak digunakan sebagai alternatif lilin berbahan parafin. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin ramah lingkungan merupakan solusi sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan dalam mengurangi pencemaran lingkungan serta berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata Kunci: Minyak Jelantah, Lilin Ramah Lingkungan, Pengelolaan Limbah, Pemberdayaan Masyarakat, PKM.
FILOSOFI ANGKEN PADA MASYARAKAT ADAT LAMPUNG DI KOTABUMI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL Yudi Surono
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6538

Abstract

Abstract: The Angken philosophy is an important part of Lampung's traditional society, governing the relationship between individuals and society. However, the implementation of the Angken philosophy in a modern context often faces challenges, particularly in integrating the principles of Islamic law and local wisdom. This study aims to analyze the Angken philosophy within the Lampung traditional community in Kotabumi from the perspective of Islamic law and local wisdom. The research methods used were literature review and interviews with traditional leaders and members of the Lampung traditional community. The results indicate that the Angken philosophy can be integrated with the principles of Islamic law and local wisdom, and plays a significant role in maintaining harmony and balance within Lampung's traditional society. This study concludes that the integration of the Angken philosophy with Islamic law and local wisdom can serve as a model for other traditional communities in managing relationships between individuals and society. The contribution of this research is the development of a conceptual integration of the Angken philosophy with Islamic law and local wisdom, which can be a novelty in the field of Islamic law and local wisdom studies. Keywords: Angken, Lampung Customs, Islamic Law, Local Wisdom.   Abstrak: Filosofi Angken merupakan bagian penting dalam masyarakat adat Lampung yang mengatur hubungan antara individu dan masyarakat. Namun, implementasi filosofi Angken dalam konteks modern seringkali menghadapi tantangan, terutama dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip hukum Islam dan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis filosofi Angken pada masyarakat adat Lampung di Kotabumi dalam perspektif hukum Islam dan kearifan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara dengan pemuka adat dan masyarakat adat Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Angken dapat diintegrasikan dengan prinsip-prinsip hukum Islam dan kearifan lokal, dan memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan dan keseimbangan masyarakat adat Lampung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi filosofi Angken dengan hukum Islam dan kearifan lokal dapat menjadi model bagi masyarakat adat lainnya dalam mengelola hubungan antara individu dan masyarakat. Kontribusi penelitian ini adalah pengembangan konsep integrasi filosofi Angken dengan hukum Islam dan kearifan lokal, yang dapat menjadi novelty dalam bidang studi hukum Islam dan kearifan lokal. Kata Kunci: Angken, Adat Lampung, hukum Islam, Kearifan lokal.