Yogurt produk susu fermentasi dapat dikembangkan dengan bahan pangan fungsional. Penambahan sari jambu biji merah (Psidium guajava) dan sari wortel (Daucus carota) diharapkan meningkatkan mutu organoleptik dan kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi sari jambu biji merah terhadap daya terima yogurt dengan sari wortel tetap serta mutu kimia formulasi terbaik. Penelitian merupakan eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan dua kali pengulangan. Sari jambu biji merah divariasikan sebanyak 15 g, 20 g, dan 25 g. Uji daya terima dilakukan terhadap 50 panelis dengan parameter warna, konsistensi, rasa, dan aroma menggunakan skala hedonik 1–5. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Data mutu kimia disajikan secara deskriptif dan dibandingkan dengan persyaratan mutu yogurt berdasarkan SNI 2981:2009. Formulasi dengan nilai rata-rata daya terima tertinggi selanjutnya dianalisis secara kimia meliputi kadar air, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat, dan kalium. Hasil penelitian variasi sari jambu biji merah berpengaruh nyata terhadap daya terima yogurt (p<0,05). Perlakuan C (25 g jambu biji merah dan 5 g sari wortel) memperoleh nilai kesukaan tertinggi warna (4,04), konsistensi (4,16), dan rasa (4,17), sedangkan nilai kesukaan aroma tertinggi diperoleh pada perlakuan B sebesar 4,00. Berdasarkan rata-rata keseluruhan parameter organoleptik, perlakuan C memperoleh nilai tertinggi sebesar 4,06. Hasil analisis mutu kimia perlakuan C menunjukkan kadar air 84,73%, kadar abu 0,69%, kadar lemak 2,37%, kadar protein 2,77%, kadar karbohidrat 9,44%, dan kalium 159,485 mg/100 g. Perlakuan C 2(5 g jambu biji merah dan 5 g wortel) merupakan formulasi daya terima tertinggi.