Pengembangan usaha merupakan aspek penting dalam kegiatan bisnis yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pasar, dan mendorong pertumbuhan keuntungan. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan finansial rencana pengembangan usaha pada UMKM Yasmin Offset melalui dua alternatif keputusan, yaitu relokasi ke lokasi baru disertai investasi mesin produksi (alternatif-1) dan strategi bertahan di lokasi lama tanpa investasi tambahan (alternatif-0). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan terpadu dengan mengkombinasikan analisis ekonomi teknik, analisis sensitivitas, dan simulasi Monte Carlo untuk memodelkan ketidakpastian pendapatan bulanan berdasarkan data historis. Indikator ekonomi teknik yang digunakan meliputi net present value (NPV), internal rate of return (IRR), payback period, dan benefit cost ratio (BCR). Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua alternatif layak secara finansial dengan karakteristik yang berbeda. Alternatif-0 lebih unggul dalam jangka pendek dengan NPV Rp298.251.996, IRR 73%, dan payback period 1,35 tahun. Sebaliknya, alternatif-1 menghasilkan nilai finansial yang lebih rendah, dengan NPV Rp287.643.885, IRR 52%, dan payback period 1,8 tahun, tetapi menunjukkan ketahanan yang lebih baik terhadap penurunan pendapatan dan kenaikan biaya operasional. Simulasi Monte Carlo mengkonfirmasi stabilitas NPV Alternatif 1 yang didominasi nilai positif. Berdasarkan hasil, alternatif-0 direkomendasikan untuk memaksimalkan keuntungan jangka pendek, sementara alternatif-1 direkomendasikan sebagai strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas operasional. ABSTRACT Business development is a crucial aspect of business activities aimed at increasing production capacity, expanding market reach, and driving profit growth. This study evaluates the financial feasibility of a business development plan for the MSME Yasmin Offset through two decision alternatives: relocation to a new location accompanied by investment in a new machine (alternative-1) and maintaining operations at the existing location without additional investment (alternative-0). This study adopts an integrated approach that combines engineering economic analysis, sensitivity analysis, and Monte Carlo simulation to model monthly revenue uncertainty based on historical data. We use net present value (NPV), internal rate of return (IRR), payback period, and benefit–cost ratio (BCR) as feasibility indicators. The results indicate that both alternatives are financially feasible, although they exhibit different characteristics. Alternative-0 shows better performance in the short term, with an NPV of Rp 298,251,996, an IRR of 73%, and a payback period of 1.35 years. In contrast, alternative-1 yields lower financial indicators, with an NPV of Rp 287.643.885, an IRR of 52%, and a payback period of 1.8 years, but demonstrates greater resilience to revenue declines and increases in operating costs. Monte Carlo simulation confirms the stability of Alternative 1’s NPV, which is dominated by positive values. Based on these findings, alternative-0 is recommended to maximize short-term profits, while alternative-1 is more suitable as a long-term strategy to maintain operational stability.