Ardhan Mardiant
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Enhancing accounting education through the Kurikulum Merdeka: Opportunities and challenges Annisa Rizki Pebriani; Aghnia Ilmi Diniyati; Mazaya Faudya Nur Aufa; Ardhan Mardiant
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77088

Abstract

Education plays an important role in developing quality human resources. In Indonesia, the Kurikulum Merdeka is designed to respond to global challenges and local needs by providing flexibility in learning. This is relevant to the scope of Vocational High Schools (SMK), especially in accounting education, which faces challenges from outdated materials and monotonous teaching methods. This Merdeka curriculum applies project-based learning and technology integration to increase relevance and practicality. The success of implementing the curriculum depends on teacher readiness and resource availability. This study aims to examine the implementation of the Kurikulum Merdeka in SMK with a focus on transforming accounting education to match industry demands. A qualitative approach through in-depth interviews was used as the main method. The results show that the Merdeka Kurikulum provides greater flexibility for teachers to design contextual and applicable learning, such as financial statement simulations. Despite the positive impact, barriers such as limited teaching materials and teacher readiness are still significant. These obstacles need to be overcome by improving the transformation of accounting education in SMK to be more in line with the needs of the world of work.   Abstrak Pendidikan berperan penting dalam mengembangkan sumber daya manusia berkualitas. Di Indonesia, Kurikulum Merdeka dirancang untuk menjawab tantangan global dan kebutuhan lokal dengan memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran. Hal tersebut relevan pada ruang lingkup Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khususnya pada pendidikan akuntansi yang menghadapi tantangan berupa materi usang dan metode pengajaran monoton. Kurikulum Merdeka ini menerapkan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dan integrasi teknologi untuk meningkatkan relevansi serta kepraktisan. Keberhasilan penerapan kurikulum tersebut bergantung pada kesiapan guru dan ketersediaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka di SMK dengan fokus pada transformasi pendidikan akuntansi supaya sesuai dengan tuntutan industri. Pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam digunakan sebagai metode utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas lebih besar bagi guru untuk merancang pembelajaran kontekstual dan aplikatif, seperti simulasi laporan keuangan. Meski berdampak positif, hambatan seperti keterbatasan bahan ajar dan kesiapan guru masih signifikan. Hambatan ini perlu diatasi dengan meningkatkan transformasi pendidikan akuntansi di SMK supaya lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kata Kunci: kesiapan guru; Kurikulum Merdeka; pendidikan akuntansi; pembelajaran berbasis proyek; sumber daya pendidikan
Recruitment policy for educators and its implications on learning quality Riva Zahra Rizkyani; Radita Dian Eka; Gina Fadillah; Ardhan Mardiant
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77394

Abstract

This article discusses the educator recruitment policy at the West Java Provincial Education Office and its implications for the quality of learning at SMA 19 Bandung. The policy of transferring recruitment authority from schools to the Education Office aims to equalize the distribution of educators, however, it poses challenges in aligning the specific needs of schools with the assigned teaching staff. This study aims to identify the impact of the recruitment policy on the learning process, explore the challenges faced by schools in implementing the policy, and formulate strategic solutions to improve the effectiveness of the recruitment system. This research uses a qualitative approach with a case study design through interviews, observations, and documentation studies. The results showed that the policy had an impact on the mismatch of educators with the needs of schools and the limited flexibility of schools in determining suitable educators. Continuous collaboration between schools and the education office needs to address these challenges through effective communication, educator evaluation and needs-based training. This research recommends a more flexible approach to educator recruitment and competency development policies to support improving education quality.    Abstrak Artikel ini membahas kebijakan perekrutan tenaga pendidik di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan implikasinya terhadap kualitas pembelajaran di SMA 19 Bandung. Kebijakan yang mengalihkan kewenangan perekrutan dari sekolah ke Dinas Pendidikan bertujuan untuk meratakan distribusi tenaga pendidik, namun menimbulkan tantangan dalam menyelaraskan kebutuhan spesifik sekolah dengan tenaga pendidik yang ditugaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kebijakan perekrutan terhadap proses pembelajaran, mengeksplorasi tantangan yang dihadapi sekolah dalam implementasi kebijakan, dan merumuskan solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas sistem perekrutan. Penelitian Ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut berdampak pada ketidaksesuaian tenaga pendidik dengan kebutuhan sekolah dan terbatasnya fleksibilitas sekolah dalam menentukan tenaga pendidik yang sesuai. Tantangan ini perlu diatasi dengan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan Dinas Pendidikan melalui komunikasi yang efektif, evaluasi tenaga pendidik, serta pelatihan berbasis kebutuhan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan yang lebih fleksibel dalam kebijakan perekrutan dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kata Kunci: kebijakan perekrutan; kualitas tenaga pendidik; manajemen pendidikan