Riva Zahra Rizkyani
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The effectiveness of Kurikulum 2013 and Kurikulum Merdeka: Analysis in vocational high school Agistia Nurbani Rajaba; Riva Zahra Rizkyani; Silmi Asy-Syifaa; Hafsah Nugraha
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77095

Abstract

This study analyzes the effectiveness of implementing the Kurikulum 2013 and the Kurikulum Merdeka in Vocational High Schools (SMK) as part of Indonesia's education reform efforts to enhance students' competencies and meet industrial demands. The research aims to evaluate how well these two curricula, namely the Kurikulum 2013 and the Kurikulum Merdeka, align with the goals of vocational education, particularly at SMK Negeri 44 Jakarta. The study employs a qualitative descriptive method, focusing on evaluating the implementation of both curricula at SMK Negeri 44 Jakarta. The findings indicate that the Kurikulum Merdeka provides greater flexibility in project-based learning and material adjustment to industrial needs. At the same time, the Kurikulum 2013 is more structured with strict competency-based assessments. Although the Kurikulum Merdeka encourages students' creativity and independence, challenges such as teacher readiness and understanding remain crucial. The study recommends teacher training, incentives to support adopting more flexible and creative teaching methods, and infrastructure support to optimize the implementation of the Kurikulum Merdeka.   Abstrak Penelitian ini menganalisis efektivitas implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai upaya dari reformasi pendidikan di Indonesia untuk meningkatkan kompetensi peserta didik dan kebutuhan industri. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana kedua kurikulum yaitu kuriklum merdeka dan kurikulum 2013 ini sudah selaras dengan tujuan pendidikan kejuruan, khususnya di SMK Negeri 44 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana berfokus pada evaluasi penerapan kedua kurikulum di SMK Negeri 44 Jakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas lebih dalam pembelajaran berbasis proyek dan penyesuaian materi dengan kebutuhan industri, sementara Kurikulum 2013 lebih terstruktur dengan penilaian berbasis kompetensi yang ketat. Meskipun Kurikulum Merdeka mendorong kreativitas dan kemandirian peserta didik, tantangan yang dihadapi dalam penerapannya termasuk kesiapan guru dan pemahaman peserta didik menjadi hal yang harus diperhatikan. Penelitian ini menyarankan perlunya pelatihan guru, pemberian insentif supaya guru siap mengadopsi metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan kreatif serta dukungan infrastruktur untuk mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka. Kata Kunci: Kurikulum 2013; Kurikulum Merdeka; pembelajaran berbasis proyek; reformasi pendidikan
Recruitment policy for educators and its implications on learning quality Riva Zahra Rizkyani; Radita Dian Eka; Gina Fadillah; Ardhan Mardiant
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.77394

Abstract

This article discusses the educator recruitment policy at the West Java Provincial Education Office and its implications for the quality of learning at SMA 19 Bandung. The policy of transferring recruitment authority from schools to the Education Office aims to equalize the distribution of educators, however, it poses challenges in aligning the specific needs of schools with the assigned teaching staff. This study aims to identify the impact of the recruitment policy on the learning process, explore the challenges faced by schools in implementing the policy, and formulate strategic solutions to improve the effectiveness of the recruitment system. This research uses a qualitative approach with a case study design through interviews, observations, and documentation studies. The results showed that the policy had an impact on the mismatch of educators with the needs of schools and the limited flexibility of schools in determining suitable educators. Continuous collaboration between schools and the education office needs to address these challenges through effective communication, educator evaluation and needs-based training. This research recommends a more flexible approach to educator recruitment and competency development policies to support improving education quality.    Abstrak Artikel ini membahas kebijakan perekrutan tenaga pendidik di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan implikasinya terhadap kualitas pembelajaran di SMA 19 Bandung. Kebijakan yang mengalihkan kewenangan perekrutan dari sekolah ke Dinas Pendidikan bertujuan untuk meratakan distribusi tenaga pendidik, namun menimbulkan tantangan dalam menyelaraskan kebutuhan spesifik sekolah dengan tenaga pendidik yang ditugaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak kebijakan perekrutan terhadap proses pembelajaran, mengeksplorasi tantangan yang dihadapi sekolah dalam implementasi kebijakan, dan merumuskan solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas sistem perekrutan. Penelitian Ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tersebut berdampak pada ketidaksesuaian tenaga pendidik dengan kebutuhan sekolah dan terbatasnya fleksibilitas sekolah dalam menentukan tenaga pendidik yang sesuai. Tantangan ini perlu diatasi dengan kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan Dinas Pendidikan melalui komunikasi yang efektif, evaluasi tenaga pendidik, serta pelatihan berbasis kebutuhan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan yang lebih fleksibel dalam kebijakan perekrutan dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Kata Kunci: kebijakan perekrutan; kualitas tenaga pendidik; manajemen pendidikan