Cucu Maryam
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Improving primary school numeracy literacy through play interventions and home-school partnerships Cucu Maryam; Rina Heryani
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 1 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i1.82024

Abstract

Numeracy literacy is an essential basic skill for primary school students, including counting, understanding patterns, reading data, and applying mathematical concepts in everyday life. However, low interest in learning mathematics and limited parental involvement are challenges in strengthening numeracy literacy at the primary level. This study explores the effectiveness of play-based interventions and home-school partnerships in improving numeracy literacy in primary schools. The main reason for this research is to find fun learning strategies while encouraging active parental involvement to strengthen children's understanding of mathematical concepts. A qualitative approach with a case study design was used in this study involving teachers, low-grade students, and parents in an elementary school that implemented play-based learning and home-school collaboration. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The results showed that game-based learning effectively improved students' motivation and understanding of mathematics concepts. In addition, parents' involvement in counting activities at home also strengthens students' learning outcomes. This research recommends the integration of fun and collaborative learning methods to improve the quality of basic education.   Abstrak Literasi numerasi merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi peserta didik sekolah dasar mencakup kemampuan berhitung, memahami pola, membaca data, hingga menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Namun, rendahnya minat belajar matematika dan keterbatasan keterlibatan orang tua menjadi tantangan dalam penguatan literasi numerasi di tingkat dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas intervensi berbasis bermain dan kemitraan rumah-sekolah dalam meningkatkan literasi numerasi di sekolah dasar. Alasan utama penelitian ini yakni mencari strategi pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendorong keterlibatan aktif orang tua guna memperkuat pemahaman konsep matematika anak. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini melibatkan guru, peserta didik kelas rendah, dan orang tua di sekolah dasar yang menerapkan pembelajaran berbasis permainan serta kolaborasi rumah-sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis permainan efektif meningkatkan motivasi dan pemahaman konsep matematika peserta didik. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam aktivitas berhitung di rumah turut memperkuat hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi metode pembelajaran yang menyenangkan dan kolaboratif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Kata Kunci: intervensi bermain; kemitraan rumah-sekolah; literasi numerasi; pembelajaran kolaboratif; pendidikan dasar
The influence of PBL and BBL models on the acquisition and improvement of elementary school students' mathematical concept understanding abilities Cucu Maryam; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.79183

Abstract

This study explores the impact of using the Problem Based Learning (PBL) and Brain Based Learning (BBL) models on the achievement and development of elementary school students' mathematical concept understanding abilities. The method applied is a quantitative approach with quasi-experimental and descriptive designs. Participants in this study included sixth-grade students from a public elementary school in Bandung, who were divided into two experimental groups: one used the PBL model, and the other applied the BBL model. The measurement tool used in this study is an essay test designed to assess the ability to understand mathematical concepts. The findings of this study indicate that the implementation of both learning methods, namely PBL and BBL, has a significant impact on students' ability to understand mathematical concepts. Although the BBL model shows a more significant improvement tendency than the PBL model, the difference in effects between the two methods in enhancing mathematical understanding is not statistically significant. This research contributes to developing innovative, appropriate, and efficient mathematics learning models for use at the elementary school level.   Abstrak Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Brain Based Learning (BBL) terhadap pencapaian serta perkembangan kemampuan pemahaman konsep Matematika murid di sekolah dasar. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-eksperimen dan deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini meliputi peserta didik kelas VI dari sebuah sekolah dasar negeri di Bandung, yang dibagi menjadi dua kelompok eksperimen: satu kelompok menggunakan model PBL dan kelompok lainnya menerapkan model BBL. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes esai yang dirancang untuk menilai kemampuan pemahaman konsep Matematika. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kedua metode pembelajaran, yaitu PBL dan BBL, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep Matematika peserta didik. Meskipun model BBL menunjukkan kecenderungan peningkatan yang lebih besar dibandingkan model PBL, perbedaan efek antara kedua metode dalam meningkatkan kemampuan pemahaman Matematika tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini memberikan sumbangan terhadap pengembangan model pembelajaran Matematika yang inovatif, sesuai, dan efisien untuk digunakan di tingkat sekolah dasar. Kata Kunci: kemampuan pemahaman; konsep matematis; pembelajaran berbasis masalah; pembelajaran berbasis otak