Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan Modul Tematik Praksis Sastra Anak pada Pembelajaran Drama Berbasis Karakter Nasionalisme di SD Sendi Fauzi Giwangsa; Dwi Heryanto; Tatat Hartati; Effy Mulyasari; Rina Heryani; Evi Rahmawati; Faisal Sadam Muron; Mubarok Somantri
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 6 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v6i4.6921

Abstract

This research aims to reconstruct and integrate character values with literary appreciation through developing modules on drama learning due to students' lack of interest in learning and emphasis on learning success seen from high grades or learning outcomes, thus eliminating the essence of education to instill character values. The method used in this research is a qualitative research method with a development model designed by Richey and Klein, namely Design and Development (D&D) which refers to the PPE model. The data collection technique uses a validation sheet given to experts once, involving 7 learning experts and material experts as participants. Analyzed descriptively so that improvements are made to obtain the final design. With the validation results, the overall score from the experts was 94% in the "Very Good" category. It is hoped that this research can become a constructive reference for drama material by integrating character values through the modules developed
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENGATASI KECEMASAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD PADA MATERI KELILING BANGUN DATAR Yusup Nurdiansah; Rina Heryani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9241

Abstract

This research is based on the high level of mathematics anxiety experienced by elementary school students, especially in the material on the perimeter of plane figures. This anxiety impacts students' low participation, self-confidence, and logical thinking skills. This condition is exacerbated by the teacher-centered and monotonous learning method. This research aims to reduce students' mathematics anxiety through the implementation of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model, which combines elements of cooperation, games, and healthy competition in learning activities. The method used is the Classroom Action Research (CAR) model of Kemmis and McTaggart with four stages, namely planning, implementation of actions, observation, and reflection. The research subjects involved 24 fifth-grade students of Sayang Jatinangor State Elementary School in the odd semester of the 2025/2026 academic year. Data were collected using a mathematics anxiety questionnaire, observation sheets, and interviews, then analyzed descriptively quantitatively and qualitatively. The results showed that the implementation of the TGT model reduced the average mathematics anxiety score from 70.4 (high category) to 39.5 (very low) after three cycles. Furthermore, student engagement increased from 45% to 95%, and group collaboration reached 96%. Learning became more enjoyable, communicative, and stress-free. Thus, the TGT model is effective in reducing math anxiety and increasing students' self-confidence and social interaction.
Developing Students’ Literacy and Communication Skills: A Fundamental Need for Enhancing Career Readiness Rina Heryani; Melda Fauzia Damaiyanti; Rini Utari
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4943.147-163

Abstract

Effective communication is a core competency required for university students to achieve academic success and workplace readiness. This study aims to examine students’ perceptions of the importance of communication skills, the frequency with which they are applied in real academic contexts, and the priority dimensions of speaking skills considered essential. A qualitative approach was employed, and data were collected through open-ended and structured questionnaires administered to 54 respondents from diverse study programs. Data were analyzed using thematic analysis following Miles, Huberman, and Saldana, involving data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The analysis process included coding responses, categorizing emerging patterns, and synthesizing themes interpretively to ensure analytical rigor and trustworthiness. The findings indicate that although students demonstrate a high level of awareness regarding the importance of communication, the frequency of its application in daily academic activities remains relatively low. Moreover, communication skills were found to contribute to students’ confidence, critical thinking, and writing abilities, reinforcing their role as integral components of academic literacy. The study recommends that higher education institutions integrate communication skills into the curriculum to foster functional literacy and enhance students’ career readiness in a comprehensive and holistic manner. AbstrakKomunikasi yang efektif merupakan kompetensi inti yang diperlukan mahasiswa untuk mencapai keberhasilan akademik dan kesiapan memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa terhadap pentingnya keterampilan komunikasi, frekuensi penerapannya dalam konteks akademik nyata, serta dimensi prioritas keterampilan berbicara yang dianggap esensial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner terbuka dan terstruktur yang diberikan kepada 54 responden dari berbagai program studi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik mengacu pada Miles, Huberman, and Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Proses analisis mencakup pengodean data, pengelompokan pola yang muncul, serta sintesis tema secara interpretatif untuk menjamin ketelitian analitis dan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya komunikasi, frekuensi penerapannya dalam aktivitas akademik sehari-hari masih tergolong rendah. Selain itu, keterampilan komunikasi terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan menulis mahasiswa sehingga menegaskan perannya sebagai komponen integral dalam literasi akademik. Penelitian ini merekomendasikan agar institusi pendidikan tinggi mengintegrasikan keterampilan komunikasi ke dalam kurikulum guna mengembangkan literasi fungsional serta meningkatkan kesiapan karier mahasiswa secara komprehensif dan holistik.
PERBANDINGAN STRATEGI DRTA DENGAN PQ4R TERHADAPMEMBACA PEMAHAMAN PESERTA DIDIK FASE C SEKOLAH DASAR Eva Kartika; Rina Heryani; Non Dwishiera Cahya Anasta
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 8 No. 2: OKTOBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/h9dxhv52

Abstract

Peserta didik pada Fase C sekolah dasar sudah harus memasuki tahap membaca pemahaman. Namun, di salah satu sekolah di Kota Bandung, masih ditemukan kendala yang berkaitan dengan membaca pemahaman seperti kesulitan dalam menentukan ide pokok dalam setiap paragraf, menjawab pertanyaan, menyimpulkan, serta menceritakan kembali isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan dua strategi, guna mengidentifikasi perbedaan antara strategi DRTA dengan PQ4R terhadap membaca pemahaman peserta didik pada Fase C. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-experimental dan non-equivalent control group design, serta menerapkan analisis komparatif untuk membandingkan hasil antar kelompok. Penelitian ini juga melibatkan dua kelompok eksperimen: satu menggunakan strategi DRTA dan satu lagi menggunakan strategi PQ4R. Hasil uji hipotesis dengan paired sample t-test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada masing-masing kelompok, dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Selain itu, hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, hal ini menandakan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara kedua strategi. Perbedaan yang terjadi menunjukkan bahwa strategi DRTA lebih efektif dibandingkan dengan strategi PQ4R, yang dapat dilihat dari hasil rata-rata post-test kelas yang menggunakan strategi DRTA memiliki nilai yang lebih tinggi daripada kelas yang menggunakan strategi PQ4R. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara strategi DRTA dengan PQ4R terhadap keterampilan membaca pemahaman peserta didik Fase C.
Efektivitas Metode Sugesti Imajinasi Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Keterampilan Menulis Puisi Kelas V Fitri Marliyah Wahyuningsih; Rina Heryani; Evi Rahmawati
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/nydhqz84

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis puisi siswa kelas V sekolah dasar pada aspek pengembangan ide, pengambaran atau imajinasi, dan menuangkan perasaan ke dalam bentuk pusisi yang disebabkan oleh penggunaan metode yang belum mampu merangsang imajinasi, memberikan ruang praktik bagi siswa dalam menulis puisi, dan memfasilitasi siswa untuk berlatih menulis puisi secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode Sugesti Imajinasi berbantuan media Audio-Visual dengan tujuan untuk menguji dan mengetahui efektivitas metode Sugesti Imajinasi dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas V sekolah dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif jeni eksperimen dengan desai penelitian pre-eksperimental dengan tipe penelitian One Pretest-Posttest. Sampel yang terpilih pada penelitian ini yaitu sebanyak 23 siswa pada salah salah satu rombel di salah satu sekolah dasar negeri Kota Cimahi. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes tulis dengan jenis urain. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini mencakup uji normalitas, uji hipotesis Paired Sample t-test, dan beda terhadap skor N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai prates dan pascates mengalami peningkatan sebesar 23,7 (39.8%). Uji hipotesis pada penelitian ini memperoleh nilai signifikansi ≤ 0,001 yang berarti nilai signifikansi ≤ 0,05, artinya terjadi peningkatan yang signifikan pada keterampilan menulis puisi siswa kelas V. Uji beda skor N-Gain memperoleh nilai 0.59 yang berada pada kategori sedang dan cukup efektif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode Sugesti Imajinasi cukup efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas V sekolah dasar.
Analisis Minat Mahasiswa dalam Berliterasi Sastra melalui Kegiatan Membaca dan Menyimak di Era VUCA Rina Heryani; Haerul Haerul
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 12, No 1 (2023): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v12i1.6270

Abstract

The era of disruption, which is full of uncertain phenomena, has affected the way people think and act today, including in the context of education. This era was later referred to as the era of volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity (VUCA). This study aims to analyze the comparative interest of students in literary literacy through reading and listening activities in the VUCA era. The method used in this research is descriptive qualitative method. Research data was collected through the Google Questionnaire instrument which contained statements related to comparisons between students' literary literacy activities through reading and listening activities. The data obtained is then analyzed and interpreted then described. The results of this study indicate that the number of students who are very interested in literature teaching materials in book form, namely 11 people (13.4%), while the number of students who are very interested in literature teaching materials in video form, namely 36 people (43.9%) ). The number of students who were very able to focus on reading literature learning books, namely 20 people (24.4%), while the number of students who were very able to focus on listening to literature learning videos, namely 33 people (40.2%). The number of students who collected information about literature by reading books was 13 people (15.9%), while the number of students who researched information about literature by watching videos was 30 people (36.6%). The number of students who read literature learning books very regularly, namely 7 people (8.5%), while the number of students who very regularly watched literature learning videos, namely 17 people (20.7%). The number of students who strongly agreed to prepare for learning literature by reading books, namely 8 people (9.8%), while the number of students who strongly agreed to prepare for learning literature by watching videos, namely 16 people (19.5%). Therefore, it is necessary to carry out a learning transformation and efforts to increase literary literacy through digitizing learning media. Efforts to improve the quality of literary literacy in the VUCA era cannot only be focused on reading activities, but also utilizing listening activities. AbstrakEra disrupsi yang penuh dengan fenomena ketidakpastian telah mempengaruhi cara berpikir dan bertindak masyarakat saat ini, termasuk dalam konteks pendidikan. Era tersebut kemudian disebut sebagai era volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity (VUCA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan minat mahasiswa dalam berliterasi sastra melalui kegiatan membaca dan menyimak di era VUCA. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen google quesioner yang berisi pernyataan-pernyataan terkait perbandingan antara kegiatan berliterasi sastra mahasiswa melalui kegiatan membaca dan menyimak. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan diinterpretasi kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa yang sangat tertarik dengan bahan ajar sastra dalam bentuk buku, yaitu 11 orang (13,4%), sedangkan jumlah mahasiswa yang sangat tertarik dengan bahan ajar sastra dalam bentuk video, yaitu 36 orang (43,9%). Jumlah mahasiswa yang sangat mampu memusatkan perhatian dalam membaca buku pembelajaran sastra, yaitu 20 orang (24,4%), sedangkan  jumlah mahasiswa yang sangat mampu memusatkan perhatian dalam menyimak video pembelajaran sastra , yaitu 33 orang (40,2%). Jumlah mahasiswa yang menggali informasi tentang sastra dengan membaca buku, yaitu 13 orang (15,9%), sedangkan jumlah mahasiswa yang menggali informasi tentang sastra dengan menyimak video, yaitu 30 orang (36,6%). Jumlah mahasiswa yang sangat rutin membaca buku pembelajaran sastra, yaitu 7 orang (8,5%), sedangkan jumlah mahasiswa yang sangat rutin menyima video pembelajaran sastra, yaitu 17 orang (20,7%). Jumlah mahasiswa yang sangat setuju melakukan persiapan pembelajaran sastra dengan membaca buku, yaitu 8 orang (9,8%), sedangkan jumlah mahasiswa yang sangat setuju melakukan persiapan pembelajaran sastra dengan menyimak video, yaitu 16 orang (19,5%). Oleh karena itu, perlu dilakukan sebuah transformasi pembelajaran dan upaya peningkatan literasi sastra melalui digitalisasi media pembelajaran. Upaya peningkatan kualitas literasi sastra di era VUCA, tidak bisa hanya difokuskan melalui kegiatan membaca, tetapi juga memanfaatkan kegiatan menyimak.
Menulis Buku Harian Literasi untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis Peserta didik Sekolah Dasar Retti Yuwidha; Kinkin Mustika Dewi; Rina Heryani; Neneng Sri Wulan
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v13i1.96981

Abstract

Literasi bahasa siswa sekolah dasar menjadi masalah besar bagi sistem pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif program peningkatan literasi siswa GELISMA (Gerakan Literasi Siswa Menulis dan Membaca) dan BULISKA (Buku Literasi Siswa di Kelas) dalam meningkatkan literasi mereka. Penelitian menggunakan metode campuran (Mixed Method) dengan desain Explanatory Sequential. Ini dimulai dengan survei dan tes literasi untuk data kuantitatif, dan kemudian data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan bahwa kebiasaan membaca, penggunaan jurnal literasi, dan penggunaan perpustakaan digital semuanya meningkat secara signifikan. Guru juga mengatakan bahwa siswa lebih termotivasi dan terlibat dalam aktivitas literasi. Berdasarkan hasil penelitian jurnal buku literasi dan perpustakaan digital telah terbukti efektif dalam meningkatkan literasi bahasa siswa dan layak diterapkan dalam jumlah yang lebih besar.
INOVASI BAHAN AJAR PRAGMATIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN METODE PERMAINAN BAHASA (LANGUAGE GAME) DI SEKOLAH DASAR Eneng Nidha Widiarahmi; Rina Heryani
Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpd.v16i2.62150

Abstract

Contextual communication skills are essential for elementary school students; however, Indonesian language learning still emphasizes structural and grammatical aspects, resulting in limited pragmatic competence. In addition, teaching materials have not optimally integrated local wisdom as a learning context. This study aims to develop and examine the effectiveness of pragmatic teaching materials based on local wisdom using the language game method in elementary schools. The research employed a Design-Based Research (DBR) approach consisting of problem analysis, prototype design, implementation and revision, and reflection. The participants were teachers and fourth-grade students at a public elementary school in Bandung. Data were collected through interviews, classroom observations, expert validation, and pretest–posttest assessments of pragmatic skills. The results indicate that the developed teaching materials achieved very high validity in terms of readability, content relevance, and integration of local cultural values. The limited trial revealed a significant improvement in students’ pragmatic competence, as the average score increased from 74.00 on the pretest to 88.74 on the posttest. In conclusion, pragmatic teaching materials based on local wisdom and implemented through language games are effective in enhancing students’ pragmatic language skills, politeness, and active participation in elementary Indonesian language learning.
Artificial Intelligence in Primary School Writing Instruction: A Bibliometric Analysis of Global Research Trends (2016–2026) Nurul Umrotullatifah; Rina Heryani; Angga Hadiapurwa
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol. 33 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran, Universitas Negeri Malang in Collaboration with Asosiasi Pendidik dan Pengembang Pendidikan Indonesia (APPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The rapid integration of artificial intelligence (AI) into primary education has generated substantial scholarly interest, yet no comprehensive bibliometric study has systematically mapped the intersection of AI and writing instruction at the primary school level.Objective: This study aims to analyze global research trends, identify key contributors and collaboration patterns, and uncover dominant thematic clusters within this domain over the period 2016–2026.Method: A bibliometric research design was employed, drawing on a corpus of 2,277 documents retrieved from the Scopus database in April 2026, filtered to include only English-language journal articles. Data visualization and network mapping were conducted using VOSviewer, encompassing keyword co-occurrence analysis, author co-authorship mapping, country collaboration networks, and overlay visualization by year.Results: The findings reveal an exponential growth in publication output, rising from five documents in 2016 to a peak of 1,023 in 2025, with a critical inflection point emerging in 2022 coinciding with the public release of generative AI tools. China, the United States, and Indonesia emerged as the three most productive nations, while four thematic clusters were identified: AI tools and writing performance, affective and motivational dimensions, literacy and pedagogy, and machine learning approaches.Conclusion: The study demonstrates that the field has matured from technically oriented inquiry toward a holistic, learner-centered research agenda. These findings carry significant implications for researchers, educators, and policymakers, underscoring the urgency of developing ethically grounded, contextually inclusive frameworks for AI integration in primary writing instruction, particularly for underrepresented linguistic and cultural contexts globally.