Okta Nindita Priambodo
Institut Teknologi Sains Bandung, Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard No.1 Blok A, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Trichoderma dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Pembibitan Awal: Effect of Trichoderma and NPK Fertilizer on Early-Stage Oil Palm Seedling Growth Alfian Novrizal; Okta Nindita Priambodo; Ade Wachjar; Dani Lukman Hakim
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v12i01.9

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian global, khususnya di Indonesia. Keberhasilan produksi tanaman ini sangat ditentukan oleh kualitas bibit pada fase pembibitan awal, yang berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan potensi hasil di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi Trichoderma dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, serta mengevaluasi interaksi kedua perlakuan dalam menentukan kombinasi dosis yang optimal. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu Trichoderma (0, 20, dan 40 g/bibit) dan pupuk NPK (0, 0,5, dan 1 g/bibit), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4–10 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%, dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NPK berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tinggi tanaman (p < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,58, sedangkan Trichoderma tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Interaksi antara Trichoderma dan NPK memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman (R² = 0,62; p = 0,032), namun tidak signifikan terhadap jumlah daun. Pertumbuhan jumlah daun cenderung stabil dan tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan. Pupuk NPK berperan dominan dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit, khususnya tinggi tanaman, sedangkan Trichoderma berfungsi sebagai faktor pendukung yang meningkatkan efisiensi pertumbuhan melalui mekanisme biologis. Dengan demikian, kombinasi pupuk anorganik dan agen hayati berpotensi dikembangkan sebagai strategi pembibitan yang lebih berkelanjutan, meskipun diperlukan optimasi dosis dan kondisi aplikasi untuk memperoleh efek sinergis yang maksimal.
Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan (Elaeis guineensis Jacq.): Application of Palm Oil Empty Fruit Bunches and Palm Oil Mill Effluent in Producing Palm Oil Plants (Elaeis guineensis Jacq.) Okta Nindita Priambodo; Naufal Al-Fattah Erdiansyah
Gontor Agrotech Science Journal Vol. 10 No. 02 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia, dengan luas areal perkebunan mencapai 14,33 juta hektar dan terus berkembang. Pertumbuhan ini menyebabkan peningkatan jumlah pabrik pengolahan kelapa sawit, yang menghasilkan limbah padat Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS). Jika tidak diolah dengan benar, limbah ini dapat mencemari lingkungan. Namun, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang kaya akan nutrisi, mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik, dan menghemat biaya. Di Perkebunan Kelapa Sawit Rama- Rama, limbah tersebut digunakan sebagai pembenah tanah dan sumber nutrisi, dengan harapan meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi TKKS dan LCPKS terhadap produktivitas tanaman kelapa sawit dengan membandingkan produktivitas antara lahan yang diaplikasi TKKS dan LCPKS menggunakan metode Uji T Independen pada jenjang nyata 5%. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Aplikasi LCPKS dan TKKS berpengaruh pada produksi tandan buah segar kelapa sawit, jumlah tandan segar, dan berat tandan kelapa sawit. Aplikasi LCPKS memberi pengaruh yang lebih besar pada produksi tandan buah segar kelapa sawit, jumlah tandan segar kelapa sawit, dan berat tandan kelapa sawit dibandingkan dengan aplikasi TKKS dan tanpa pengaplikasian LCPKS dan TKKS. Rata-rata produksi tandan buah blok TKKS dan LCPKS setiap bulannya sudah berada di atas potensi produksinya menurut tingkat kesesuaian lahan kelas S2.