Gontor Agrotech Science Journal
Vol. 12 No. 01 (2026): Juni 2026

Pengaruh Trichoderma dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pada Pembibitan Awal: Effect of Trichoderma and NPK Fertilizer on Early-Stage Oil Palm Seedling Growth

Alfian Novrizal (Institut Teknologi Sains Bandung, Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard No.1 Blk A, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530)
Okta Nindita Priambodo (Institut Teknologi Sains Bandung, Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard No.1 Blok A, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530)
Ade Wachjar (Institut Teknologi Sains Bandung, Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard No.1 Blok A, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530)
Dani Lukman Hakim (Institut Teknologi Sains Bandung, Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard No.1 Blok A, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530)



Article Info

Publish Date
14 Jul 2026

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam perekonomian global, khususnya di Indonesia. Keberhasilan produksi tanaman ini sangat ditentukan oleh kualitas bibit pada fase pembibitan awal, yang berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif dan potensi hasil di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aplikasi Trichoderma dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit, serta mengevaluasi interaksi kedua perlakuan dalam menentukan kombinasi dosis yang optimal. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu Trichoderma (0, 20, dan 40 g/bibit) dan pupuk NPK (0, 0,5, dan 1 g/bibit), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 4–10 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%, dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NPK berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tinggi tanaman (p < 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,58, sedangkan Trichoderma tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Interaksi antara Trichoderma dan NPK memberikan pengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman (R² = 0,62; p = 0,032), namun tidak signifikan terhadap jumlah daun. Pertumbuhan jumlah daun cenderung stabil dan tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan. Pupuk NPK berperan dominan dalam meningkatkan pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit, khususnya tinggi tanaman, sedangkan Trichoderma berfungsi sebagai faktor pendukung yang meningkatkan efisiensi pertumbuhan melalui mekanisme biologis. Dengan demikian, kombinasi pupuk anorganik dan agen hayati berpotensi dikembangkan sebagai strategi pembibitan yang lebih berkelanjutan, meskipun diperlukan optimasi dosis dan kondisi aplikasi untuk memperoleh efek sinergis yang maksimal.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

gasj

Publisher

Subject

Description

Gontor AGROTECH Science Journal is a peer review journal with covers many topics such as integrated farming, soil science, agronomy, plant cultivation, agrotechnology, plant protection, Islamic view in agriculture, and many related ...