Risvandi
Program Studi Administrasi Negara, Fakultas Sosial, Universitas Islam Kuantan Singingi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dinamika Ancaman Internet Terhadap Remaja Di Era Digital: Tantangan Psikologis, Sosial, Dan Pendidikan Di Tengah Perkembangan Teknologi Nopita Enji; Risvandi
YUDABBIRU JURNAL ADMINISTRASI NEGARA Vol. 8 No. 1 (2026): Yudabbiru : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/yudabbiru.v7i1.5826

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan internet telah memberikan berbagai kemudahan bagi remaja dalam memperoleh informasi, berkomunikasi, dan mendukung proses pembelajaran. Namun, di balik manfaat tersebut, internet juga menghadirkan berbagai ancaman yang dapat memengaruhi perkembangan remaja dari aspek psikologis, sosial, dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika ancaman internet terhadap remaja di era digital serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah berupa buku, jurnal nasional dan internasional, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan, pengelompokan, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman internet terhadap remaja meliputi aspek psikologis berupa kecanduan internet, kecemasan, stres, dan depresi; aspek sosial berupa cyberbullying, penyebaran informasi palsu, pelanggaran privasi, serta menurunnya kualitas interaksi sosial; dan aspek pendidikan berupa gangguan konsentrasi belajar, rendahnya motivasi akademik, serta meningkatnya perilaku plagiarisme. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital, pengawasan orang tua, peran aktif lembaga pendidikan, serta dukungan pemerintah dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan sehat bagi remaja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memahami berbagai dampak penggunaan internet terhadap remaja di era digital.
Peran Learning Organization Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Dwi Nurhayati; Mei Dera Andriani; Risvandi
YUDABBIRU JURNAL ADMINISTRASI NEGARA Vol. 8 No. 1 (2026): Yudabbiru : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/yudabbiru.v7i1.5827

Abstract

Pengembangan sumber daya manusia merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas dan keberhasilan organisasi di tengah persaingan global yang semakin ketat. Salah satu pendekatan yang dianggap efektif dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia adalah learning organization. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran learning organization dalam pengembangan sumber daya manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku, serta penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan cara mengkaji, mengelompokkan, dan mensintesis berbagai konsep yang berkaitan dengan learning organization dan pengembangan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa learning organization berperan penting dalam meningkatkan kompetensi, pengetahuan, adaptabilitas, serta inovasi sumber daya manusia melalui budaya pembelajaran berkelanjutan, knowledge sharing, dan pengembangan kapasitas individu. Dengan demikian, penerapan learning organization mampu menciptakan sumber daya manusia yang lebih profesional, produktif, dan siap menghadapi perubahan lingkungan kerja. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta menjadi referensi bagi organisasi dalam meningkatkan kualitas SDM.
Tantangan Sistem Administrasi Negara Menghadapi Era Society 5.0 Alnesa Adhia Putri; Cika Nurcahyati Jusmi; Risvandi
YUDABBIRU JURNAL ADMINISTRASI NEGARA Vol. 8 No. 2 (2026): Yudabbiru : Jurnal Administrasi Negara
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/yudabbiru.v8i2.5838

Abstract

Era Society 5.0 menempatkan teknologi digital sebagai sarana untuk membangun tata kelola pemerintahan yang berpusat pada manusia. Perubahan tersebut menuntut sistem administrasi negara bergerak dari pola birokrasi prosedural menuju pelayanan publik yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis data. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, prosiding, dan dokumen ilmiah yang relevan dengan administrasi negara, reformasi birokrasi, e-government, SPBE, dan transformasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa administrasi negara menghadapi beberapa tantangan utama, yaitu rendahnya kesiapan sumber daya aparatur, budaya birokrasi yang lambat berubah, kesenjangan infrastruktur digital, lemahnya integrasi data, serta risiko keamanan informasi publik. Tantangan tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital tidak cukup dilakukan melalui penyediaan aplikasi, tetapi harus disertai pembaruan kelembagaan, peningkatan kompetensi aparatur, perlindungan data pribadi, pemerataan akses, dan koordinasi antarlembaga. Kajian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan administrasi negara menghadapi Society 5.0 ditentukan oleh kemampuan pemerintah menyeimbangkan teknologi, regulasi, kapasitas birokrasi, dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, transformasi administrasi negara perlu diarahkan pada tata kelola yang humanis, inklusif, akuntabel, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Indonesia, termasuk kelompok rentan yang membutuhkan layanan mudah, terjangkau, jelas, serta terlindungi dari risiko ketimpangan akses dan penyalahgunaan data publik dalam praktik pemerintahan digital nasional di masa mendatang.