Siti Hawa Suriyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ayat Hukum Razam Bagi Pezina Siti Hawa Suriyani
Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition Vol 5, No 2 (2025): Journal of Hadith and Prophetic Tradition
Publisher : Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang nasakh ayat mengenai hukuman rajam bagi pezina merupakan salah satu isu penting dalam studi hukum Islam dan ilmu tafsir, khususnya dalam pembahasan nasakh dan mansukh dalam Al-Qur’an dan hadis, yang bertujuan untuk mengkaji status hukum rajam, dalil-dalil yang mendasarinya, serta perdebatan ulama terkait keberadaan atau penghapusan (nasakh) ayat yang berkaitan dengan hukuman tersebut; penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-teologis melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadis-hadis sahih, serta pandangan ulama klasik dan kontemporer, dan hasil kajian menunjukkan bahwa hukuman rajam bagi pezina muhshan tidak disebutkan secara eksplisit dalam mushaf Al-Qur’an yang ada saat ini, melainkan didasarkan pada hadis Nabi dan praktik para sahabat, serta adanya riwayat tentang ayat rajam yang dinilai telah di-nasakh tilawah-nya namun tidak hukumnya, sehingga menimbulkan perdebatan terkait validitas konsep tersebut baik dari segi ushul fikih maupun kritik historis terhadap riwayat-riwayat yang ada, dan pada akhirnya menegaskan kompleksitas konsep nasakh dalam Islam serta pentingnya pendekatan komprehensif dalam memahami relasi antara Al-Qur’an dan hadis dalam penetapan hukum pidana Islam.
Hukum Razam Bagi Pelaku Zina Siti Hawa Suriyani
Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition Vol 5, No 2 (2025): Journal of Hadith and Prophetic Tradition
Publisher : Al-Thiqah: Journal of Hadith and Prophetic Tradition

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang nasakh ayat mengenai hukuman rajam bagi pezina merupakan salah satu isu penting dalam studi hukum Islam dan ilmu tafsir, khususnya dalam pembahasan nasakh dan mansukh dalam Al-Qur’an dan hadis, yang bertujuan untuk mengkaji status hukum rajam, dalil-dalil yang mendasarinya, serta perdebatan ulama terkait keberadaan atau penghapusan (nasakh) ayat yang berkaitan dengan hukuman tersebut; penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-teologis melalui analisis ayat-ayat Al-Qur’an, hadis-hadis sahih, serta pandangan ulama klasik dan kontemporer, dan hasil kajian menunjukkan bahwa hukuman rajam bagi pezina muhshan tidak disebutkan secara eksplisit dalam mushaf Al-Qur’an yang ada saat ini, melainkan didasarkan pada hadis Nabi dan praktik para sahabat, serta adanya riwayat tentang ayat rajam yang dinilai telah di-nasakh tilawah-nya namun tidak hukumnya, sehingga menimbulkan perdebatan terkait validitas konsep tersebut baik dari segi ushul fikih maupun kritik historis terhadap riwayat-riwayat yang ada, dan pada akhirnya menegaskan kompleksitas konsep nasakh dalam Islam serta pentingnya pendekatan komprehensif dalam memahami relasi antara Al-Qur’an dan hadis dalam penetapan hukum pidana Islam.