p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Akta Trimedika
Dyani Pitra Velyani
Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REAKSI BERDUKA PADA PENYINTAS KEHILANGAN BUNUH DIRI: LAPORAN KASUS Dyani Pitra Velyani; Mulia Rahmansyah; Ika Nur Fitriana
Jurnal Akta Trimedika Vol. 1 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v1i1.19212

Abstract

World Health Organization reported that there were more than 700,000 deaths due to suicide each year. Suicide incidents were like stones thrown into calm lakes, causing widespread ripples. Levi-Belz, in his study, stated that each suicide case affected an average of five family members and up to 135 individuals, including partners, colleagues, and the community. Suicide loss survivors were at a higher risk of experiencing complicated grief, depression, and suicide compared to the bereaved due to causes. Stigmatisation of suicide behavior and suicide loss survivors made them reluctant to disclose themselves, leading to less access to the help they needed. This case report described a 51-year-old woman experiencing grief reactions due to her daughter's suicide. She exhibited denial, anger, guilt, and self-blame. Her decision not to disclose her condition to family and relatives forced her to face emotional and mental turmoils on her own. This patient is still in the acute phase of grief reactions and is receiving psychological intervention in an individual setting. The assessment of suicide risk and ongoing observation of persistent psychological symptoms should be conducted periodically.
GEJALA PSIKOTIK PADA GANGGUAN KEPRIBADIAN AMBANG: LAPORAN KASUS Dyani Pitra Velyani; Ika Nur Fitriana; Rivo Mario Warouw Lintuuran
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i3.22813

Abstract

Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder/BPD) sering disertai gejala psikotik, terutama halusinasi auditorik, yang ditemukan pada 20–50% kasus. Gejala ini dapat memperburuk disfungsi interpersonal dan meningkatkan risiko perilaku merugikan diri sendiri. Pemicu utama meliputi stres emosional, konflik interpersonal, dan trauma masa lalu. Studi kasus ini melaporkan seorang perempuan berusia 33 tahun dengan BPD yang mengalami gejala psikotik setelah kehilangan ibu dan berakhirnya hubungan romantis. Halusinasi auditorik yang dialami pasien mencerminkan konflik internal, berupa suara masa kecil yang depresif dan suara dewasa yang menyalahkan. Penatalaksanaan efektif melibatkan kombinasi farmakoterapi (SSRI dan antipsikotik dosis rendah) dan psikoterapi psikodinamik yang disesuaikan dengan toleransi stres pasien. Gejala psikotik pada BPD memiliki implikasi signifikan terhadap penanganan dan prognosis. Pendekatan terapi yang fleksibel dan terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan dan kualitas hidup pasien.