Gangguan Kepribadian Ambang (Borderline Personality Disorder/BPD) sering disertai gejala psikotik, terutama halusinasi auditorik, yang ditemukan pada 20–50% kasus. Gejala ini dapat memperburuk disfungsi interpersonal dan meningkatkan risiko perilaku merugikan diri sendiri. Pemicu utama meliputi stres emosional, konflik interpersonal, dan trauma masa lalu. Studi kasus ini melaporkan seorang perempuan berusia 33 tahun dengan BPD yang mengalami gejala psikotik setelah kehilangan ibu dan berakhirnya hubungan romantis. Halusinasi auditorik yang dialami pasien mencerminkan konflik internal, berupa suara masa kecil yang depresif dan suara dewasa yang menyalahkan. Penatalaksanaan efektif melibatkan kombinasi farmakoterapi (SSRI dan antipsikotik dosis rendah) dan psikoterapi psikodinamik yang disesuaikan dengan toleransi stres pasien. Gejala psikotik pada BPD memiliki implikasi signifikan terhadap penanganan dan prognosis. Pendekatan terapi yang fleksibel dan terintegrasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan dan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2025