Purnamawati Tjhin
Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RESILIENSI DAN BURNOUT AKADEMIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN DI MASA PANDEMI: PENELITIAN CROSS-SECTIONAL Purnamawati Tjhin; Revalita Wahab; Erita Istriana
Jurnal Akta Trimedika Vol. 2 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/aktatrimedika.v2i1.21723

Abstract

Latar belakang. Perubahan proses pembelajaran pada masa pandemi menyebabkan mahasiswa perlu beradaptasi. Perubahan proses pembelajaran dari tatap muka menjadi daring dan hybrid serta paparan materi pembelajaran yang banyak, jadwal yang padat, dan perubahan lingkungan belajar dapat menyebabkan terjadinya academic  burnout  yang ditandai dengan kelelahan baik fisik maupun emosional, sinisme, dan menurunnya efikasi diri. Prevalensi  burnout  yang dialami mahasiswa bidang kesehatan mencapai 44,9% sehingga perlu ada resiliensi akademik dalam menghadapi tantangan pada proses pembelajaran. Tujuan. Menggali penyebab  burnout  akademik dan menilai hubungan resiliensi dengan burn-out akademik pada mahasiswa kedokteran di masa pandemi. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran. Tahap kuantitatif menggunakan desain cross-sectional yang melibatkan 105 mahasiswa kedokteran tahun kedua dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Tahap ini dilanjutkan dengan tahap kualitatif menggunakan Focus Group Discussion dengan 26 mahasiswa yang mengalami burnout tingkat sedang hingga berat. Data resiliensi akademik diperoleh dari data sekunder yang dikumpulkan selama tes psikometrik untuk seleksi penerimaan mahasiswa. Burnout akademik diukur menggunakan kuesioner School Burnout Inventory versi Bahasa Indonesia yang telah divalidasi. Hasil. Sebanyak 62,5% mahasiswa mengalami  burnout  ringan dan hanya 4,8% yang tidak mengalami  burnout. Mahasiswa yang mengalami  burnout  sedang - berat sebesar 32,7%. Kejadian burnout yang cukup tinggi memerlukan penanganan khusus agar tidak menjadi lebih berat. Resiliensi akademik tidak berhubungan secara statistik dengan  burnout  yang dialami (p>0.05). Kesimpulan. Mahasiswa kedokteran yang mengalami  burnout  sedang-berat sebanyak 32,7%. Tidak terdapat hubungan antara resiliensi dengan burnout akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di masa pandemi.