Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Principles of the GETHIKA Approach (Green School, Tri Hita Karana, and Adiwiyata) as a Glocalization Model for Environmental Education in Schools Nurul Mahruzah Yulia; Ganes Gunansyah; Neni Mariana; Hutkemri Zulnaidi; Rafika Putri; Muhammad Rusli; Suttrisno
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol. 14 No. 1: JANUARY 2026
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v14i1.114

Abstract

The core issue in environmental education at the elementary level is the strong emphasis on cognitive and technical aspects, leaving ecological awareness, spiritual values, and sustainable culture underdeveloped. This condition shows the urgency of an approach that links global sustainability values with local wisdom and institutional reinforcement. The global Green School movement promotes ecological culture through a whole-school approach, while the national Adiwiyata Program provides a policy framework for integrating environmental responsibility into Indonesian schools. At the local level, Tri Hita Karana from Penglipuran Village, Bali demonstrates how indigenous communities successfully maintain harmony between humans and nature. This research analyzes and formulates principles of glocalization-based environmental education by integrating global concepts (Green School), local values (Tri Hita Karana), and national policies (Adiwiyata). Using a literature study method, relevant sources from Scopus, SpringerLink, Sinta, ScienceDirect, and Google Scholar were reviewed. Thematic analysis and conceptual synthesis were conducted to understand the interconnectedness of Green School theory, Tri Hita Karana, Adiwiyata, and Roland Robertson’s glocalization framework. The study results in the GETHIKA model, which consists of seven principles: loving to learn from nature, educating and habituating green behavior, developing spiritual–ecological harmony, fostering cooperation among school communities, strengthening institutional governance, cultivating student leadership, and ensuring continuous real action.Overall, the GETHIKA model demonstrates how global ideas can be adapted through local wisdom and strengthened by national policies to shape a religious, participatory, and sustainable environmental education ecosystem in primary schools.
Kuasa Algo-Torial dalam Proses Intermediasi Budaya pada Era Digital: Eksplorasi Praktik Empiris di Sekolah Dasar Dini Arianti; Ganes Gunansyah
EduCurio: Education Curiosity Vol 3 No 3 (2025): April-Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v3i3.1268

Abstract

Transformasi digital di dunia pendidikan telah membawa perubahan signifikan dalam cara mengajar dan belajar, terutama di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi digital dan algoritma dalam proses pembelajaran di SDN 169 Gresik, dengan fokus pada intermediasi budaya algoritmik dan literasi digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara dengan guru, observasi langsung terhadap pembelajaran digital, dan studi dokumentasi program literasi digital di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital memungkinkan personalisasi pembelajaran yang lebih efektif, namun juga menghadirkan tantangan berupa ketergantungan siswa pada konten algoritmik yang belum tentu kredibel. Literasi digital yang diterapkan di sekolah menjadi kunci untuk membentuk sikap kritis siswa terhadap informasi digital yang mereka konsumsi. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah sangat penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Penelitian ini menyarankan perlunya integrasi literasi digital ke dalam kurikulum inti, pengembangan kapasitas guru dan orang tua, serta pemanfaatan teknologi untuk melestarikan budaya lokal di tengah arus informasi global.