Laboratorium Bahrul Maghfiroh menghadapi tantangan efisiensi dalam proses bisnis pemeriksaan pasien yang masih mengandalkan sistem warisan (legacy system). Proses yang berjalan, seperti pendaftaran manual, keharusan pasien untuk datang kembali untuk jenis tes yang memerlukan puasa, pengambilan hasil fisik, dan konsultasi tatap muka, dinilai tidak efisien dan memakan waktu. Analisis proses bisnis awal menggunakan standar ASME menunjukkan total waktu proses mencapai 698 menit dengan tingkat efisiensi throughput sebesar 87,82%, mengindikasikan adanya ruang untuk perbaikan.Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang proses bisnis tersebut menggunakan metode Business Process Reengineering (BPR) dengan pendekatan ESIA (Eliminate, Simplify, Integrate, Automate). Hasil dari rekayasa ulang ini adalah usulan proses bisnis baru yang terintegrasi dengan teknologi informasi berupa prototipe website. Solusi ini mencakup fitur pendaftaran dan pembayaran online, informasi pemeriksaan digital, pemantauan antrian secara daring, pengiriman hasil tes melalui website, dan fasilitas konsultasi online.Setelah implementasi rekomendasi, proses bisnis baru menunjukkan peningkatan kinerja yang drastis. Total waktu proses berhasil dikurangi menjadi 115 menit dengan efisiensi throughput mencapai 100%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan efisiensi waktu sebesar 583 menit dibandingkan dengan proses awal. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan BPR yang didukung teknologi informasi dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan kinerja operasional pada Laboratorium Bahrul Maghfiroh.