This Author published in this journals
All Journal Density Journal
Yudi Pamil
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE PDM DAN PERT PADA PROYEK JEMBATAN SUNGAI MUNDAM Emma Ruhaidani; Dyah Pradhitya Hardiani; Yudi Pamil
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.845

Abstract

Jembatan merupakan salah satu bangunan infrastruktur yang sangat penting dalam menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan oleh perairan. Contohnya adalah Jembatan Sungai Mundam yang terletak di Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, Kalimantan Selatan. Dengan dilakukannya penjadwalan proyek menunjukkan hubungan setiap pekerjaan konstruksi dengan pekerjaan yang lain sehingga pekerjaan pada tiap itemnya lebih mudah unutk diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui durasi waktu normal dari gambar rencan Proyek Pembangunan Jembatan Mundam, mengetahui berapa durasi dari penjadwalan PDM, mengetahui kegiatan kritis apa saja yang terjadi pada Proyek Pembangunan Jembatan Mundam, mengetahui probabilistik pembangunan Proyek Pembangunan Jembatan Mundam. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah menggunakan metode PDM dan PERT. Dengan menggunakan metode PDM (Jaringan Kerja) diperoleh durasi 126 hari dan. dari hasil wawancara diperoleh durasi optimis 270 hari, pesimis 390 hari. Dengan menggunakan metode PERT didapatkan nilai waktu yang diharapkan (te) selama 335 hari. Selama 335 hari dan waktu normal 338 hari didapatkan nillai deviasi standar 0,63. Dari tabel distribusi normal kumulatif z didapatkan nilai probabilitas sebesar 0,7357 atau 73,57% yang artinya sangat besar kemungkinan bisa dilaksanakan dengan total biaya normal pada jalur kirits adalah Rp 7.065.765.392,26 sedangkan pada jalur kritis yang mengalami lembur adalah Rp 15.173.166.621,24. Untuk mencapai waktu optimis maka dibuat alternatif dengan menambahkan waktu kerja waktu lembur selama 3 jam