Mas Achmad Syamsul Arif
Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBEDAAN TEKNIK DAN DOSIS APLIKASI PUPUK CAMPURAN ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA PERTANAMAN NANAS DI TANAH ULTISOL LAMPUNG TENGAH Ambar Arum Kaloka; Sri Yusnaini; Septi Nuru Aini; Mas Achmad Syamsul Arif; Dermiyati; Winih Sekaringtyas Ramadhani
Journal of Soil and Environmental Management Vol. 1 No. 01 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsem.v1i01.5

Abstract

Respirasi tanah merupakan salah satu indikator dari kesuburan tanah yang dipengaruhi oleh penggunaan pupuk dalam tanah. Pada penelitian ini pupuk yang digunakan adalah pupuk produksi PT. GGP berupa pupuk campuran organik dan anorganik berbentuk pelet yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman sehingga diharapkan dapat meningkatkan respirasi tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh teknik aplikasi, dosis aplikasi, dan interaksi antara teknik dan dosis pupuk campuran organik dan anorganik terhadap respirasi tanah pada pertanaman nanas di tanah Ultisol, serta mempelajari korelasi antara C-organik, pH tanah, kadar air tanah, dan suhu tanah dengan raspirasi tanah. Penelitian ini dilakukan di PT.GGP dan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Biologi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dengan rancangan split plot yang terdiri dari 9 perlakuan dan 4 ulangan. Data dianalisis dengan analisis ragam dan uji tukey dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian teknik broadcast dan tugal menujukkan respirasi tanah lebih tinggi dibandingkan teknik larikan pada 15 BST dan hanya teknik tugal yang tertinggi pada 16 BST. Dosis aplikasi 1,5 ton ha-1 menunjukkan respirasi tanah lebih tinggi dibandingkan dosis aplikasi 3 ton ha-1 dan 4,5 ton ha-1 pada pengamatan 16 BST. Hasil interaksi perlakuan teknik broadcast dosis 1,5 ton ha-1 menunjukkan nilai respirasi tanah yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan teknik tugal dengan dosis (3 ton ha-1 dan dosis 4.5 ton ha-1) menunjukkan adanya korelasi positif antara pH tanah dengan respirasi tanah.