Cindra Paskaria
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Maranatha Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Pengetahuan Diagnosis dan Tata Laksana Mengenai Tuberkulosis Antara Mahasiswa Tahap Akademik dan Tahap Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Gwyneth Hilary Keren Tambatjong; Cindra Paskaria; Christian Edwin
Sound of Health Journal Vol 1 No 2 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus tuberkulosis di Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia, namun hanya sekitar 75% kasus yang tercatat dan terlaporkan. Mahasiswa fakultas kedokteran merupakan calon dokter yang dididik untuk memberikan pelayanan kesehatan, termasuk penanggulangan masalah tuberkulosis. Pengetahuan mengenai diagnosis dan tatalaksana tuberkulosis harus dikuasai oleh para calon dokter, untuk mendukung visi eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengetahuan mahasiswa fakultas kedokteran tahap akademik dan profesi mengenai diagnosis dan tatalaksana tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan metode consecutive sampling, sehingga diperoleh 154 orang responden. Tingkat pengetahuan diukur dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median skor pengetahuan mahasiswa tahap akademik adalah 9, dan mahasiswa tahap profesi adalah 10. Analisis perbandingan median skor pengetahuan mahasiswa tahap akademik dan profesi menunjukkan nilai p = 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengetahuan mengenai diagnosis dan tatalaksana yang sangat signifikan antara mahasiswa tahap akademik dan profesi, di mana pengetahuan mahasiswa tahap profesi lebih baik daripada mahasiswa tahap akademik. Kata Kunci: Mahasiswa Fakultas Kedokteran; Pengetahuan; Tuberkulosis; Tahap Akademik; Tahap Profesi
PENGARUH KRONOTIPE TERHADAP SUSTAINED ATTENTION MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA Karen Regina Wijayanto; Decky Gunawan; Cindra Paskaria
Sound of Health Journal Vol 1 No 3 (2025)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kronotipe merupakan preferensi waktu tidur-bangun yang berhubungan dengan ritme sirkadian. Perbedaan kronotipe merupakan salah satu faktor yang memengaruhi sustained attention. Sustained attention menggambarkan kapasitas individu merespons stimulus secara efisien, tepat, dan terus menerus dalam suatu rentang waktu. Desinkronisasi kronotipe individu dengan waktu individu beraktivitas diperkirakan memengaruhi sustained attention sehingga dapat menurunkan performa dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sustained attention antara mahasiswa dari dua kelompok kronotipe yaitu morning-type dan evening-type. Desain penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dua puluh delapan subjek yang telah mengisi informed consent kemudian mengisi kuisioner the Munich-Chronotype (MCTQ) dan mengerjakan Sustained Attention to Response Test (SART) menggunakan perangkat lunak Inquisit 6 pada pagi dan malam hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney (α = 0,05). Nilai p untuk perbedaan sustained attention (error) pagi dan malam hari antara kelompok morning-type dan evening-type, masing-masing diperoleh p = 0,0295 dan p = 0,0295 (p < 0,05), artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sustained attention pagi dan malam hari antara kelompok morning-type dan evening-type. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan sustained attention (error) pagi dan malam hari yang signifikan baik kelompok morning-type maupun kelompok evening-type. Kata kunci: Kronotipe; Evening-Type; Morning-Type; Sustained Attention
PENGARUH LATIHAN PILATES TERHADAP KUALITAS TIDUR WANITA USIA PRODUKTIF Erika Aurelia Gunadi Sastra; Inez Felia Yusuf; Cindra Paskaria
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur yang berkualitas merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional, namun banyak wanita usia produktif mengalami gangguan tidur akibat stres dan gaya hidup modern. Pilates merupakan bentuk latihan tubuh dan pikiran berintensitas rendah hingga sedang, menggabungkan kontrol pernapasan, konsentrasi, dan penguatan otot inti, sehingga mengurangi ketegangan fisik, meningkatkan relaksasi otot, serta mengurangi stres yang berkontribusi pada perbaikan kualitas tidur secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pilates terhadap kualitas tidur wanita usia produktif. Desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest dengan melibatkan 22 partisipan yang mengikuti program pilates selama sembilan minggu. Intervensi dilakukan dengan frekuensi 2 hingga 3 kali per minggu, durasi 60 menit per sesi, jenis latihan berupa gerakan pilates yang menekankan pernapasan dan stabilitas inti, serta intensitas ringan hingga sedang. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner PSQI sebelum dan sesudah intervensi. Hasil uji Wilcoxon memperlihatkan penurunan skor PSQI yang sangat signifikan (p < 0,001) yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur. Perbaikan ini diduga dipengaruhi oleh regulasi hormonal seperti peningkatan endorfin, serotonin, melatonin, dan growth hormone, serta penurunan kortisol yang berperan dalam menurunkan stres dan mempermudah onset tidur. Simpulan dari penelitian ini adalah latihan pilates yang dilakukan selama 120 hingga 180 menit dalam seminggu dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan pada wanita usia produktif. Kata Kunci: Hormon; Kualitas Tidur; Pilates; PSQI; Wanita Usia Produktif
PENGARUH POLA KONSUMSI MAKANAN DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA PENDUDUK USIA LEBIH DARI 18 TAHUN DI INDONESIA Albert Rodney Hutagalung; Cindra Paskaria; Grace Puspasari
Sound of Health Journal Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di tingkat global. Status gizi  diketahui berperan sebagai salah satu faktor risiko penting terjadinya penyakit ini. Status gizi yang rendah dapat menyebabkan penurunan imunitas sehingga seseorang lebih rentan mengalami penyakit tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan pola konsumsi makanan, yang ditinjau dari asupan protein, lemak, dan karbohidrat, serta status gizi berdasarkan indeks massa tubuh terhadap kejadian tuberkulosis paru pada penduduk Indonesia berusia di atas 18 tahun. Penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari survei kesehatan Indonesia tahun 2023. Pengaruh pola konsumsi makanan dengan kejadian tuberkulosis paru dianalisis dengan menggunakan uji regresi logistik berganda, sedangkan pengaruh status gizi terhadap kejadian tuberkulosis paru dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi telur, lemak, susu, ikan, sayuran, dan kacang-kacangan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian tuberkulosis paru setelah dikontrol oleh variabel usia dan jenis kelamin. Model regresi untuk pola konsumsi makanan menghasilkan nilai r square sebesar 0,017. Analisis hubungan status gizi dengan tuberkulosis paru menunjukkan nilai p = 0,0001. Kesimpulan penelitian ini adalah kejadian tuberkulosis paru berhubungan dengan status gizi serta pola konsumsi beberapa jenis pangan tertentu. Kata kunci: Pola Konsumsi Makanan; Status Gizi; Tuberkulosis Paru