Hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji Paired Samples t-Test yang memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (H₁) diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Think Pair Share terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis siswa sebelum pembelajaran (pretest) sebesar 58,88, sedangkan setelah pembelajaran (posttest) meningkat menjadi 68,77. Peningkatan ini menunjukkan bahwa setelah diterapkannya model pembelajaran Think Pair Share, kemampuan siswa dalam menganalisis, mengevaluasi, serta menyimpulkan suatu permasalahan mengalami peningkatan yang cukup baik. Peningkatan kemampuan berpikir kritis tersebut terjadi karena model pembelajaran Think Pair Share memberikan kesempatan kepada siswa untuk melalui tiga tahap pembelajaran, yaitu berpikir secara mandiri (think), berdiskusi dengan pasangan (pair), dan menyampaikan hasil diskusi kepada kelas (share). Ketiga tahapan ini mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga mengolah, mendiskusikan, dan mengkomunikasikan kembali hasil pemikirannya. Selain itu, pembelajaran dengan model Think Pair Share juga menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Siswa menjadi lebih berani mengemukakan pendapat, mampu menghargai pendapat teman, serta lebih terlibat dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap hasil belajar, tetapi juga terhadap proses belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share berpengaruh positif dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS materi Keanekaragaman Hayati di SD Negeri 01 Buntar.