Pendahuluan: Pola sidik bibir, yaitu pola garis alami pada permukaan bibir, kini mulai diteliti sebagai indikator risiko kesehatan, termasuk hipertensi. Pembentukan pola tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik yang bersifat konstan dan tidak mengalami perubahan meskipun terjadi cedera. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa faktor genetik berperan dalam perkembangan hipertensi. Oleh karena itu, analisis pola sidik bibir dapat berfungsi sebagai alat deteksi dini hipertensi. Dalam pandangan Islam, hubungan antara pola sidik bibir dan hipertensi dianggap sebagai bagian dari hikmah penciptaan manusia, yang memungkinkan pemanfaatannya untuk meningkatkan kualitas hidup melalui deteksi dini penyakit. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik deskriptif dengan metode purposive sampling. Data dikumpulkan setelah responden menandatangani informed consent, dilanjutkan dengan pengambilan cetakan pola sidik bibir menggunakan teknik cheiloscopy. Analisis data dilakukan dengan uji statistik SPSS menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square untuk mengeksplorasi hubungan antara variabel. Hasil: Frekuensi pola sidik bibir tertinggi penderita hipertensi adalah Tipe V (reticulated groove) dan terendah adalah Tipe II (short vertical groove) pada pose normal dan tersenyum, baik pada laki-laki maupun perempuan serta hasil uji Chi-square menunjukan p<0.05 Simpulan: Frekuensi pola sidik bibir tertinggi penderita hipertensi adalah Tipe V dan terdapat hubungan yang bermakna antara pola sidik bibir dengan kejadian hipertensi pada civitas akademik Universitas YARSI.