EKO SURBIANTORO
Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Nilai Nilai Akhlak Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid Di SMPN 3 Cimahi Muhamad Fakhri Rabbani Ar Rasyid; EKO SURBIANTORO; HADITSA QUR'ANI NURHAKIM
Bandung Conference Series: Islamic Education 772-779
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.25498

Abstract

Abstract. This research was motivated by the importance of developing students' moral character through religious extracurricular activities as an effort to support character education in schools. The Mosque Youth Association is one of the religious extracurricular organizations that plays an important role in instilling moral values through various religious and organizational activities. This study aims to identify the moral values implemented in the Mosque Youth Association extracurricular activities at SMP Negeri 3 Cimahi, describe the strategies employed by the supervisor in instilling those values, identify the supporting and inhibiting factors, and analyze the impact of the activities on students' moral development. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving an Islamic Religious Education teacher, the supervisor, the chairperson, the secretary, and members of the Mosque Youth Association. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana interactive model, and validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings revealed that the moral values implemented include religiosity, discipline, responsibility, politeness, cooperation, leadership, self-confidence, and social awareness; the supervisor instilled these values through exemplary behavior, habituation, delegation of responsibilities, mentoring, and continuous evaluation; the supporting factors included school support, supervisor and teacher involvement, structured work programs, adequate facilities, and members' enthusiasm, while the inhibiting factors included limited time, inconsistent attendance, and limited facilities and funding; and participation had a positive impact on students' moral development, reflected in improved discipline, responsibility, politeness, cooperation, self-confidence, and leadership. The Mosque Youth Association extracurricular activities therefore play a significant role in fostering students' noble character (akhlaq al-karimah) at SMP Negeri 3 Cimahi. Keywords: Implementation, Moral Values, Extracurricular Activities, Mosque Youth Association, Islamic Religious Education. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan akhlak peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sebagai upaya mendukung pendidikan karakter di sekolah. Ikatan Remaja Masjid merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang berperan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak melalui berbagai aktivitas keagamaan dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai akhlak yang diimplementasikan dalam kegiatan Ikatan Remaja Masjid di SMP Negeri 3 Cimahi, mendeskripsikan strategi pembina dalam menanamkan nilai-nilai tersebut, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampak kegiatan terhadap pembentukan akhlak peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap Guru Pendidikan Agama Islam, pembina, ketua umum, sekretaris umum, serta anggota Ikatan Remaja Masjid. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai akhlak yang diimplementasikan meliputi nilai religius, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, kerja sama, kepemimpinan, percaya diri, dan kepedulian sosial; strategi pembina dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, pemberian tugas dan tanggung jawab, pendampingan, serta evaluasi berkelanjutan; faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, pembina, Guru Pendidikan Agama Islam, program kerja yang terstruktur, sarana dan prasarana yang memadai, serta antusiasme anggota, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kehadiran anggota yang belum maksimal, keterbatasan sarana, dan keterbatasan dana; dan kegiatan Ikatan Remaja Masjid memberikan dampak positif terhadap pembentukan akhlak peserta didik yang ditunjukkan dengan meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, kemampuan bekerja sama, kepercayaan diri, serta jiwa kepemimpinan. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid memiliki peran yang signifikan dalam mendukung pembentukan akhlakul karimah peserta didik di SMP Negeri 3 Cimahi. Kata Kunci: Implementasi, Nilai-Nilai Akhlak, Ekstrakurikuler, Ikatan Remaja Masjid, Pendidikan Agama Islam.
Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Interaksi Guru Dan Murid Dalam Al-Qur'an (Qs. Al-Kahfi Ayat 66–70) Muhammad Faiz Aufa Athallah; Eko Surbiantoro; Ulvah Nur'aeni
Bandung Conference Series: Islamic Education 1069-1069
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.26099

Abstract

Abstract. This study is motivated by the declining quality of teacher–student interaction, reflected in the weakening of values such as adab (proper conduct), humility, patience, empathy, and honesty in the learning process. In contrast, the Qur'an presents an exemplary educational interaction through the story of Prophet Musa (Moses) and Khidir in Surah Al-Kahfi verses 66–70. This study aims to analyze the interpretations of Surah Al-Kahfi verses 66–70 using the muqāran (comparative exegesis) approach to identify the moral educational values embedded in the verses. This qualitative study employed a library research method. Primary data were obtained from five tafsir works: Jami' al-Bayan by Al-Tabari, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim by Ibn Kathir, Tafsir Al-Azhar by Hamka, Tafsir Al-Misbah by M. Quraish Shihab, and Fi Zhilalil Qur'an by Sayyid Qutb. Data were analyzed descriptively through a comparative examination of similarities and differences among the exegetes. The findings reveal six moral educational values in teacher–student interaction: proper conduct, humility, patience, empathy, honesty, and learning agreements. These values remain relevant for contemporary education in fostering humanistic, effective, and character-oriented learning relationships. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya kualitas interaksi antara guru dan murid yang ditandai dengan memudarnya nilai-nilai adab, tawadhu', sabar, empati, dan kejujuran dalam proses pembelajaran. Padahal, Al-Qur'an memberikan teladan interaksi pendidikan melalui kisah Nabi Musa a.s. dan Nabi Khidir dalam QS. Al-Kahfi ayat 66–70. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran para mufassir terhadap QS. Al-Kahfi ayat 66–70 menggunakan pendekatan tafsir muqāran (komparatif) untuk mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari lima kitab tafsir, yaitu Jami' al-Bayan karya Al-Thabari, Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al-Azhar karya Hamka, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan Fi Zhilalil Qur'an karya Sayyid Quthb. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan persamaan dan perbedaan penafsiran para mufassir. Hasil penelitian menunjukkan enam nilai pendidikan akhlak dalam interaksi guru dan murid, yaitu adab, tawadhu', sabar, empati, kejujuran, serta kontrak atau kesepakatan belajar. Nilai-nilai tersebut relevan diterapkan dalam pendidikan kontemporer sebagai landasan membangun hubungan edukatif yang humanis, efektif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.